BORNEONEWS, Palangka Raya - Kehadiran layanan BPJS Kesehatan di Mal Pelayanan Publik atau MPP Kota Palangka Raya dinilai semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi Program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Kota Palangka Raya, Vallery Budianto, mengatakan integrasi layanan BPJS Kesehatan di MPP merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan efisien.
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati, meninjau penyelenggaraan pelayanan publik di MPP Kota Palangka Raya.
"Tentunya kehadiran BPJS Kesehatan di MPP ini akan mempermudah pelayanan kepada masyarakat karena berbagai kebutuhan layanan telah terintegrasi di MPP. Sejauh ini masyarakat memberikan respons positif dengan hadirnya BPJS Kesehatan di sini," ujar Vallery dalam rilis yang diterima Borneonews pada Senin, 27 Juli 2026.
Menurutnya, konsep pelayanan terpadu membuat masyarakat tidak perlu mendatangi sejumlah kantor berbeda untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat melalui peningkatan kualitas pelayanan serta pengembangan inovasi berbasis teknologi.
"Kami dari manajemen MPP Kota Palangka Raya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dewan Pengawas dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan atas kehadirannya di MPP. Kami berharap BPJS Kesehatan dapat terus menjaga kolaborasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, meningkatkan kualitas layanan serta menghadirkan berbagai inovasi maupun teknologi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Palangka Raya," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, mengapresiasi kualitas pelayanan yang diselenggarakan di MPP Kota Palangka Raya. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya ke Kota Palangka Raya dan memberikan kesan positif terhadap tata kelola pelayanan publik yang dinilainya tertib, nyaman, dan efisien.
Stevanus mengatakan keberadaan layanan BPJS Kesehatan di MPP turut membantu mengurai kepadatan antrean di kantor cabang. Dalam sehari, layanan BPJS Kesehatan di MPP rata-rata melayani sekitar 7-10 peserta, terutama untuk menyelesaikan berbagai persoalan administrasi kepesertaan.
"Saya juga senang karena di sini ada banyak tenant yang memang berguna untuk membantu publik, termasuk dari sisi kami yaitu BPJS Kesehatan. Kami lumayan terbantu dengan adanya MPP ini karena dapat membantu mengurai kepadatan antrean di kantor cabang. Permasalahan administrasi peserta dapat diselesaikan di sini sehingga pelayanan menjadi lebih mudah dan cepat," ucapnya.
Ia menegaskan, kolaborasi BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui penyediaan layanan di MPP merupakan bagian dari upaya memperluas akses pelayanan administrasi JKN agar semakin dekat dengan masyarakat.
Stevanus berharap kemudahan akses tersebut dapat mendorong masyarakat untuk memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan Program JKN ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Intinya kita ingin semua masyarakat Kota Palangka Raya terdaftar dan aktif dalam Program JKN dari BPJS Kesehatan. Aktif itu artinya masyarakat yang mampu jangan sampai lupa membayar iurannya. Supaya nanti kalau sakit otomatis kita bisa langsung pakai Program JKN. Di situlah bukti bahwa negara hadir bagi masyarakat," tegas Stevanus. (TESTI PRISCILLA/H)









