BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu gagasan yang mengemuka dalam silaturahmi PT Poly Energy Stock Indonesia, PT Madina Karya Utama (MadKU), dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu, 25 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus PWNU Kalteng mengusulkan agar perguruan tinggi Nahdlatul Ulama membuka program studi atau fakultas baru yang bergerak di bidang teknologi energi terbarukan. Langkah ini dinilai penting untuk mencetak tenaga ahli lokal yang mampu menjawab kebutuhan industri dan perkembangan teknologi di masa depan.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari PT Poly Energy Stock Indonesia. Perusahaan menyatakan terbuka untuk menjajaki berbagai bentuk kolaborasi di bidang pendidikan, termasuk penyediaan teknologi, pelatihan, pertukaran pengetahuan hingga peluang kerja sama pendidikan dengan institusi di Tiongkok.
Pertemuan dipimpin Direktur Utama PT Madina Karya Utama Hafidzah Munfaati bersama jajaran PT Poly Energy Stock Indonesia yang diwakili Komisaris Utama Mr. Wang Baoan dan Direktur Utama Camelia Eka Susanti. Rombongan diterima langsung Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng DR. H.M. Wahyudie F. Dirun, didampingi Rais Syuriah KH. Drs. Chairuddin Halim, Katib Syuriah KH. Abdul Wahid Aha dan jajaran pengurus PWNU Kalteng.
Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng DR. H.M. Wahyudie F. Dirun menyampaikan harapan agar kemajuan teknologi, pendidikan dan industri yang berkembang di negara lain dapat diadaptasi di Kalimantan Tengah. Menurutnya, transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Direktur Utama PT Poly Energy Stock Indonesia Camelia Eka Susanti menekankan pentingnya mengubah paradigma investasi agar tidak hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya alam. Investasi, menurutnya, harus mampu meninggalkan pengetahuan, teknologi, lapangan kerja dan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
"Investasi terbaik adalah investasi yang meninggalkan ilmu pengetahuan, teknologi, lapangan kerja, dan masa depan bagi generasi berikutnya," tuturnya seperti dalam rilis yang diterima Borneonews, Senin, 27 Juli 2026.
Selain pendidikan, pertemuan tersebut juga membahas peluang investasi Poly Energy di Kalimantan Tengah. Perusahaan menyatakan kesiapan menjajaki sektor energi terbarukan, pertambangan, infrastruktur, teknologi ketahanan pangan dan berbagai bidang strategis lainnya.
Salah satu fokus yang diperkenalkan adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk skala utilitas maupun kebutuhan kawasan industri dan pertambangan. Pengembangan energi bersih tersebut dinilai membutuhkan dukungan tenaga ahli yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi.
Rais Syuriah PWNU Kalteng KH. Drs. Chairuddin Halim turut menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pertambangan yang dilakukan secara profesional, transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, diskusi juga berkembang pada isu pemberdayaan masyarakat, hilirisasi sumber daya alam, industri hijau dan ketahanan pangan modern.
Menjelang akhir kegiatan, Hafidzah Munfaati menegaskan bahwa seluruh investasi yang dikembangkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap kekayaan alam Kalimantan dapat menjadi berkah dengan membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi daerah dan membangun masa depan generasi mendatang. (TESTI PRISCILLA/H)









