BORNEONEWS, Tamiang Layang – Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Barito Timur, Hengky A Garu, menegaskan bahwa pengukuhan Pengurus DAD Barito Timur Masa Bakti 2026–2031 dan pelantikan Pengurus DAD Kecamatan se-Barito Timur merupakan momentum untuk memperkuat peran lembaga adat sebagai penjaga budaya sekaligus penggerak pembangunan sumber daya manusia.
Penegasan itu disampaikan Hengky dalam sambutannya pada acara tersebut di GPU Mantawara, Tamiang Layang, Senin, 26 Juli 2026.
Menurut Hengky, pergantian kepengurusan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal memperkuat komitmen bersama dalam menjaga adat, melestarikan budaya, mempererat persatuan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Barito Timur.
Di hadapan seluruh pengurus DAD kecamatan yang baru dilantik, ia menegaskan bahwa Dewan Adat Dayak memikul tanggung jawab besar menjaga keberlangsungan adat dan budaya sebagai identitas masyarakat Dayak.
Adat bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi jati diri yang harus terus diperkenalkan, dipahami, dicintai, dan dibanggakan oleh generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
"Dewan Adat Dayak Kabupaten maupun Kecamatan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya. Namun tugas ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus adat, melainkan tanggung jawab kita semua," tegasnya.
Ia mengajak seluruh pengurus DAD kecamatan aktif membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan bahasa daerah, seni, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal. Hengky mengingatkan, apabila masyarakat tidak menjaga adat dan budayanya sendiri, maka warisan leluhur berisiko hilang ditelan zaman.
Selain pelestarian budaya, Hengky mengungkapkan DAD Kabupaten Barito Timur juga akan memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu program yang akan dijalankan adalah mendata anak-anak Barito Timur yang berprestasi di bidang pendidikan maupun bidang lainnya, tetapi mengalami keterbatasan ekonomi.
Melalui kolaborasi dengan para donatur, dunia usaha, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, DAD akan berupaya mencarikan dukungan agar anak-anak berprestasi tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong untuk melahirkan generasi muda Barito Timur yang cerdas, berprestasi, berkarakter, serta tetap memiliki akar budaya yang kuat.
Dalam sambutannya, Hengky juga mengingatkan pentingnya menjaga tanah adat maupun tanah milik pribadi sebagai warisan yang harus dipelihara untuk generasi mendatang. Ia mengajak masyarakat mengelola tanah secara baik, menghindari sengketa, serta mengedepankan musyawarah, kekeluargaan, hukum adat, dan ketentuan hukum yang berlaku dalam menyelesaikan persoalan pertanahan.
"Jangan sampai tanah yang seharusnya menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan justru menjadi sumber perpecahan. Tanah harus dijaga, adat dihormati, budaya dilestarikan, dan persatuan terus dipelihara," pesannya.
Kepada seluruh pengurus DAD Kabupaten dan DAD Kecamatan yang baru dikukuhkan dan dilantik, Hengky meminta amanah tersebut dijalankan dengan tulus, penuh tanggung jawab, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ia menegaskan keberhasilan DAD tidak dapat dicapai sendiri, melainkan melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, para damang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, generasi muda, serta seluruh elemen pembangunan.
Mengakhiri sambutannya, Hengky mengajak seluruh masyarakat terus bergerak bersama dalam semangat "Gumi Jari Janang Kalalawah" untuk mewujudkan Barito Timur yang Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah dan Harmonis (SEGAH).
"Adat kita jaga, budaya kita lestarikan, tanah kita pelihara, generasi muda kita dukung, dan persatuan kita perkuat," tutupnya.(AGUSTINUS BOLE MALO/R)









