BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai membagikan 15.000 masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kami mulai membagikan masker diawali di Pasar Al Kamal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nugroho Kuncoro Yudho, Senin, 27 Juli 2026.
Tahap awal Dinkes menyiapkan masker untuk tiga titik pembagian, terdiri dari 240 boks masker dewasa atau 12.000 lembar dan 100 boks masker anak atau 3.000 lembar.
Pembagian perdana dilaksanakan pada Senin sore, 27 Juli 2026, di Pasar Al Kamal, yang dirangkaikan dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Selanjutnya, pembagian masker akan dilanjutkan pada Selasa dan Rabu, 28-29 Juli 2026, di lima titik keramaian, yakni Simpang Pelita-HM Arsyad, Simpang Perpustakaan, Simpang Taman Kota, Simpang SMKN 1-SMAN 3, serta Simpang Sari Gading-Christofel Mihing.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada tenggorokan," tandasnya.
Sementara itu, Dokter umum Puskesmas Baamang II, dr. Ayke Melda Nuriyana, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang dalam beberapa waktu terakhir semakin pekat.
"Beberapa sebulan ini terutama kabut asapnya agak parah. Memang Dinkes ini membagikan masker secara gratis," ujarnya.
Ia menjelaskan, masker dibagikan menyesuaikan jumlah anggota keluarga penerima, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak, agar seluruh anggota keluarga memiliki perlindungan saat beraktivitas. "Kami bagikan sesuai dengan jumlah anggota keluarga. Ada masker anak-anak dan dewasa," katanya.
Menurut dr. Ayke, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan akibat paparan asap karhutla.
"Harapannya dengan mereka pakai masker bisa mencegah penyakit ISPA ya. Kalau biasanya kan asap itu berpengaruh ke saluran pernapasan atas sampai bawah," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









