BORNEONEWS, Sampit – Puskesmas Baamang II mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, pilek, hingga diare sejak dimulainya musim kemarau 2026.
Dokter umum Puskesmas Baamang II dr. Ayke Melda Nuriyana, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah karena dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
"Tetap jaga kebersihan lingkungan, jangan ikut membakar. Karena itu lebih memperparah keadaan," kata Ayke.
Ia menjelaskan, sejak memasuki musim kemarau pada Juli 2026, jumlah pasien dengan keluhan penyakit yang berkaitan dengan cuaca kering mulai mengalami peningkatan.
Menurutnya, penyakit yang paling banyak ditemukan saat ini meliputi batuk, pilek, ISPA, serta diare yang dipicu kondisi lingkungan dan cuaca panas berkepanjangan.
"Kalau di Puskesmas Baamang II sendiri saat ini mulai terjadi peningkatan penyakit batuk, pilek, ISPA sama diare. Karena ini juga musim kering, musim kemarau. Peningkatannya mulai bulan Juli ini," pungkasnya (DEWI PATMALASARI)









