BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan di kalangan pekebun swadaya binaannya.
Salah satunya melalui kegiatan kunjungan edukatif ke Pulau Salat yang melibatkan perwakilan pekebun dari Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM dan BUMDes Berkah Mulya Jaya.
Perwakilan SSMS, Angga Sanggraha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan pekebun swadaya. Sebanyak 10 perwakilan pekebun difasilitasi untuk melihat secara langsung upaya konservasi dan rehabilitasi orangutan di Pulau Salat.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi para pekebun untuk memperkuat pemahaman mengenai penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan perkebunan kelapa sawit.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat pemahaman pekebun bahwa keberlanjutan tidak hanya diterapkan dalam praktik budidaya kelapa sawit, tetapi juga mencakup perlindungan keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Angga dalam rilis kepada Borneonews pada Senin, 27 Juli 2026.
Saat ini, sebanyak 1.280 pekebun swadaya binaan SSMS yang tergabung dalam APKSM dan BUMDes Berkah Mulya Jaya telah menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan sesuai dengan standar Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Memasuki tahun ketiga, kedua kelompok pekebun tersebut juga secara konsisten mendukung program konservasi orangutan melalui pemanfaatan insentif yang diperoleh dari sertifikasi RSPO. Dukungan tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan pekebun dalam upaya menjaga keberlangsungan ekosistem dan satwa liar.
APKSM dan BUMDes Berkah Mulya Jaya masing-masing mengalokasikan sekitar Rp15 juta setiap tahun. Dengan demikian, total dukungan yang diberikan kedua kelompok tersebut mencapai lebih dari Rp30 juta per tahun untuk membantu penyediaan pakan bagi orangutan yang menjalani proses rehabilitasi di Pulau Salat.
Angga menambahkan, keterlibatan pekebun dalam program konservasi diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa praktik perkebunan berkelanjutan memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.
“Kami berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh melalui kunjungan ini dapat semakin memperkuat komitmen para pekebun untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas perkebunan sekaligus ikut menjaga lingkungan di sekitar mereka,” pungkasnya.(TESTI PRISCILLA)









