BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menargetkan realisasi penyerapan anggaran minimal mencapai 94 persen hingga akhir Desember 2026.
Bupati Barito Utara Shalahuddin mengatakan capaian tersebut harus menjadi komitmen bersama seluruh perangkat daerah.
Apabila seluruh program dapat berjalan sesuai rencana, pemerintah daerah optimistis realisasi anggaran mampu mencapai 97 persen.
“Apabila seluruh program dapat berjalan sesuai rencana, kami optimistis realisasi anggaran mampu menembus angka 97 persen,” katanya di Muara Teweh, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut Shalahuddin, percepatan realisasi anggaran menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan kinerja perangkat daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Ia mengakui masih terdapat kemungkinan sisa anggaran akibat tender yang dibatalkan maupun kendala teknis lainnya.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh menyebabkan realisasi anggaran kembali berada di bawah 90 persen seperti tahun sebelumnya.
“Target itu harus kita kejar. Kita tidak mungkin bekerja tanpa memiliki target. Minimal 94 persen, kalau bisa mencapai 97 persen tentu akan lebih baik,” tegasnya.
Hingga 20 Juli 2026, realisasi penyerapan anggaran Pemkab Barito Utara tercatat baru mencapai 34,33 persen.
Capaian tersebut masih berada di bawah target nasional sebesar 54,167 persen atau terpaut sekitar 19,83 persen.
Shalahuddin memberikan perhatian khusus kepada tiga perangkat daerah yang mencatat realisasi anggaran terendah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang baru merealisasikan anggaran sebesar 17,29 persen.
Kemudian, RSUD Muara Teweh sebesar 22,5 persen dan Dinas Pertanian sebesar 25,71 persen.
“Khusus kepada perangkat daerah tersebut, saya minta segera melakukan percepatan agar target penyerapan anggaran dapat tercapai sesuai ketentuan,” katanya.
Ia meminta seluruh perangkat daerah segera mengevaluasi kendala pelaksanaan program, mempercepat proses administrasi dan pengadaan, serta memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal.
Shalahuddin juga mengingatkan realisasi serapan anggaran Barito Utara pada 2025 hanya mencapai sekitar 85 persen.
Capaian tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja lebih terencana, disiplin, dan fokus terhadap percepatan program pembangunan.









