BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah mencatat Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur menjadi dua daerah dengan kontribusi terbesar terhadap penyerapan gabah pada musim panen 2026.
Pemimpin Bulog Kanwil Kalimantan Tengah Erwin Budiana mengatakan realisasi penyerapan hingga 26 Juli 2026 telah mencapai sekitar 9.935 ton setara beras.
Jumlah tersebut setara dengan 62,87 persen dari target penyerapan lebih dari 15 ribu ton setara beras sepanjang 2026.
“Penyerapan terbanyak berasal dari Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur,” kata Erwin di Palangka Raya, Selasa, 28 Juli 2026.
Kotawaringin Timur memberikan kontribusi terbesar dengan realisasi penyerapan mencapai 6.150 ton setara beras atau sekitar 61 persen dari total serapan Bulog Kalteng.
Sementara itu, serapan dari Kabupaten Kapuas mencapai 2.495 ton setara beras atau berkontribusi sekitar 25 persen.
Adapun sekitar 14 persen serapan lainnya berasal dari Kabupaten Pulang Pisau dan sejumlah daerah penghasil padi lainnya di Kalimantan Tengah.
Bulog Kalteng optimistis target penyerapan dapat tercapai karena musim panen masih berlangsung di sejumlah sentra produksi padi.
Erwin memperkirakan sisa target penyerapan dapat dipenuhi melalui panen yang telah dimulai sejak Juli dan diproyeksikan berlangsung hingga September atau Oktober 2026.
“Informasinya panen masih akan berlangsung sampai September atau Oktober sehingga akan kami maksimalkan penyerapannya,” ujarnya.
Menurut Erwin, optimalisasi penyerapan gabah juga dilakukan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah dalam menghadapi kebutuhan selama musim kemarau hingga akhir tahun.
Terkait potensi dampak musim kemarau terhadap produksi padi, ia menilai kondisi pertanian di lapangan sejauh ini masih cukup baik.
Sistem pengairan di sejumlah lahan pertanian masih tersedia sehingga proses produksi dan panen belum mengalami gangguan berarti.
“Kalau sawah memang bergantung pada pengairan, tetapi yang saya lihat di lapangan pengairannya masih bagus. Panennya juga masih baik dan hasilnya masih banyak,” katanya.
Bulog berharap produksi gabah dari petani tetap melimpah sehingga penyerapan dapat terus ditingkatkan sesuai target yang telah ditetapkan.









