BORNEONEWS, Sampit – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai berdampak pada aktivitas belajar mengajar di sekolah. Salah satunya di SDN 6 Mentawa Baru Hulu, yang mengambil langkah mengurangi kegiatan siswa di luar ruangan demi menjaga kesehatan.
"Kalau kita melihat, saat ini sebenarnya kondisinya sudah mulai berbahaya bagi putra-putri kita dan kami semua. Apalagi dengan kondisi berasap dan berdebu seperti ini, tentunya membahayakan bagi putra-putri kita," kata Kepala SDN 6 Mentawa Baru Hulu, Kirno, Selasa, 28 Juli 2026.
Selama hampir satu bulan terakhir, kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah titik di Kotim. Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap mulai terlihat menyelimuti Sampit, terutama pada pagi hari, sehingga kualitas udara menurun.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah memutuskan menghentikan sementara kegiatan senam pagi yang biasanya menjadi rutinitas sebelum proses pembelajaran dimulai.
Sebagai penggantinya, guru hanya memberikan pengarahan singkat kepada para siswa sebelum mereka memasuki ruang kelas.
"Saat ini aktivitas senam pagi yang biasanya rutin dilakukan sudah kita tiadakan. Kita hanya memberikan arahan singkat kepada siswa sebelum masuk kelas," ujarnya.
Selain senam pagi, sekolah juga menghentikan sementara seluruh kegiatan yang mengharuskan siswa beraktivitas fisik di luar ruangan, termasuk pelajaran olahraga.
"Jadi tidak ada aktivitas fisik seperti olahraga maupun senam pagi. Untuk sementara kita tiadakan dulu," imbuh Kirno.
Ia mengatakan, hal tersebut akan terus dievaluasi dengan melihat perkembangan kondisi kabut asap di wilayah Sampit.
Apabila kualitas udara semakin memburuk, sekolah siap menerapkan langkah-langkah tambahan untuk meminimalkan paparan asap terhadap siswa dan tenaga pendidik.
"Kalau kabut asap semakin tebal, mungkin akan ada pembatasan-pembatasan yang kita lakukan, seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hari," ujarnya.
Kirno berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. (DEWI PATMALASARI/j)









