PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya revitalisasi bahasa daerah di Kabupaten Barito Utara terus diperkuat melalui peningkatan peran guru sebagai penggerak pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah.

Hal tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara.

Kegiatan yang digelar di Aula Tumenggung Surapati Dinas Pendidikan Barito Utara itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Muhammad Iman Topik.

"Dalam kegiatan ini para Guru Utama mendapatkan penguatan untuk selanjutnya berperan dalam menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada guru kelas dan siswa," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Sukardi Gau pada Selasa, 28 Juli 2026.

Komitmen pengimbasan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah. Dengan demikian, upaya pelestarian bahasa tidak hanya dilakukan melalui kegiatan bimtek, tetapi dapat diteruskan dalam proses pembelajaran dan aktivitas sekolah.

Rangkaian kegiatan tahun ini juga ditutup dengan Festival Tunas Bahasa Ibu bagi Guru Utama Tahun 2026 sekaligus penobatan Duta Bahasa Daerah di Kabupaten Barito Utara.

Antusiasme peserta terlihat dalam berbagai perlombaan, di antaranya tradisi lisan dan komedi tunggal yang menggunakan bahasa Dayak Bakumpai, Dayak Tawoyan, dan Dayak Maanyan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi guru untuk mempraktikkan sekaligus mengenalkan bahasa daerah secara kreatif dan menyenangkan. (TESTI PRISCILLA/j)