PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keterlibatan pekebun kelapa sawit dalam program konservasi orangutan dinilai menjadi salah satu bentuk nyata komitmen terhadap penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

Group Manager Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit Mandiri atau APKSM, Widodo, mengatakan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO tidak hanya berkaitan dengan upaya menghasilkan produk kelapa sawit secara bertanggung jawab, tetapi juga mendorong pekebun untuk berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, keterlibatan pekebun dalam program konservasi memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas perkebunan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat.

“Sertifikasi RSPO bukan hanya tentang menghasilkan sawit secara bertanggung jawab, tetapi juga tentang bagaimana kami ikut menjaga lingkungan. Melalui kunjungan ke Pulau Salat, kami melihat secara langsung bahwa kontribusi pekebun dapat memberikan dampak nyata bagi konservasi orangutan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat desa,” ujar Widodo dalam rilis PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS pada Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menuturkan, kunjungan ke Pulau Salat yang dikelola oleh PT SSMS dan BOSF menjadi pengalaman penting bagi para pekebun untuk melihat secara langsung upaya rehabilitasi dan konservasi orangutan. Hal tersebut sekaligus memperluas pemahaman pekebun bahwa prinsip keberlanjutan dalam perkebunan kelapa sawit memiliki cakupan yang lebih luas.

Widodo menambahkan, program konservasi yang melibatkan pekebun dan masyarakat desa menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Selain mendukung perlindungan satwa dan habitatnya, kemitraan yang dibangun juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pengalaman ini semakin memperkuat komitmen kami untuk terus menerapkan praktik perkebunan yang berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap keterlibatan pekebun dalam program konservasi dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga lingkungan. Dengan demikian, praktik perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)