PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Kabupaten Kotawaringin Barat mendorong penguatan akses keuangan masyarakat sekaligus pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal melalui kegiatan Inkubasi Desa Ekosistem Keuangan Inklusif atau EKI Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada 24–25 Juli 2026.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan program Inkubasi Desa EKI menjadi salah satu upaya untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif di tingkat desa.

Menurutnya, penguatan akses keuangan perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat agar potensi ekonomi lokal dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Program ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang inklusif melalui sinergi pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa," ujar Primandanu dalam rilisnya pada Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Dengan akses yang semakin terbuka, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan keuangan secara tepat untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

"Pelaksanaan Inkubasi Desa EKI di KNMP Desa Tanjung Putri juga diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat yang berbasis pada sumber daya dan karakteristik lokal," tuturnya.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar penguatan inklusi keuangan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

OJK Kalteng bersama TPAKD Kabupaten Kotawaringin Barat terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, LJK, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ekosistem keuangan inklusif. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat di tingkat desa. (TESTI PRISCILLA/j)