SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui digitalisasi. 

"Kondisi saat ini memang mengharuskan kita tidak bisa menghindari perkembangan zaman, salah satunya digitalisasi yang telah merambah seluruh sektor, termasuk UMKM," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Cok Orda Putra Legawa, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurutnya, transformasi digital kini menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Melalui pemanfaatan teknologi, pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, kualitas produk, hingga memperluas jangkauan pemasaran.

Ia menyebut, peran UMKM sangat penting dalam menopang perekonomian. Berdasarkan hasil riset setelah pandemi COVID-19, sekitar 85 persen UMKM mampu bertahan dan menjadi salah satu penyangga utama ekonomi daerah maupun nasional.

Untuk mempercepat transformasi tersebut, Diskominfo Kotim bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) membangun ekosistem digital yang mendukung perkembangan UMKM lokal.

"Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu upaya agar produk lokal dapat berkembang, mulai dari peningkatan produksi, pemasaran hingga memperluas target pasar. Kami ingin UMKM Kotim semakin dikenal dan mampu bersaing," tambahnya.

Selain mendorong pemasaran digital, pemerintah daerah juga berfokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi digital. Langkah tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM lebih siap memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usahanya.

"Kami ingin masyarakat semakin mengenal produk-produk unggulan Kotim. Salah satu caranya melalui penguatan literasi digital dan promosi berbasis teknologi sehingga produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi," ujarnya.

Data tahun 2024 menunjukkan terdapat sekitar 45.500 UMKM di Kabupaten Kotawaringin Timur yang telah memiliki legalitas usaha. Jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Ke depan, Diskominfo juga akan memperluas kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) melalui program Kocerdik (Kolaborasi Cerdas Digital). Program yang merupakan tindak lanjut Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PIM II) itu akan menyiapkan kader digital hingga ke tingkat desa.

"Nantinya kader digital akan membantu mengakselerasi digitalisasi sampai ke desa-desa. Salah satu target utama kami adalah meningkatkan kapasitas UMKM lokal agar benar-benar bisa naik kelas," katanya.

Ia menjelaskan, sosialisasi program telah dilakukan di sejumlah kecamatan. Selanjutnya, Diskominfo bersama DKUKMPP akan melibatkan Duta UMKM untuk mendampingi pelaku usaha dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah juga menyiapkan pelatihan digitalisasi tanpa biaya bagi pelaku UMKM, termasuk pedagang di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) yang selama ini terkendala mengikuti pelatihan karena faktor biaya.

"Kami akan berupaya memfasilitasi pelatihan secara gratis tanpa pungutan biaya. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah agar UMKM dapat naik kelas melalui pemanfaatan digitalisasi," lanjutnya.

Saat ini, Diskominfo masih mematangkan koordinasi dengan perangkat daerah terkait sebelum pelaksanaan program. Pelatihan ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini dengan konsep sederhana dan mudah dipahami agar semakin banyak pelaku UMKM yang dapat mengikuti.

"Pelatihannya tidak perlu dibuat rumit atau terlalu formal. Yang penting dapat menampung kebutuhan pelaku UMKM. Diskominfo siap berkontribusi sebagai narasumber untuk memberikan pelatihan dan kami upayakan dapat dilaksanakan tahun ini," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)