BORNEONEWS, Palangka Raya - Di tengah tantangan menurunnya kemampuan fiskal daerah akibat berkurangnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus membuka ruang kolaborasi dengan investor yang memiliki visi pembangunan jangka panjang.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui audiensi antara Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M., dengan delegasi PT Poly Energy Stock Indonesia, PT Madina Karya Utama (MadKU), serta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah di Kantor Wakil Gubernur pada Senin, 27 Juli 2026.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk membahas berbagai peluang investasi yang diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, memperkuat infrastruktur, serta menciptakan sumber-sumber pendapatan baru bagi Kalimantan Tengah melalui investasi yang produktif dan berkelanjutan.
Rombongan dipimpin oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Kalimantan Tengah Dr. H. M. Wahyudie F. Dirun, S.P., M.M., didampingi Rais Syuriah KH. Drs. Chairuddin Halim, Katib Syuriah KH. Abdul Wahid Aha, S.H., Rektor Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Dr. Syamsuri, S.Sos., beserta jajaran pengurus PWNU lainnya.
Audiensi investasi dipimpin oleh Hafidzah Munfaati, S.Si., M.Si., Direktur Utama PT Madina Karya Utama (MadKU), bersama Mr. Wang Bao An, Komisaris Utama PT Poly Energy Stock Indonesia, yang merupakan bagian dari jaringan investasi Poly Energy.
Dalam pemaparannya, Mr. Wang Bao An menyampaikan bahwa Poly Energy memandang Kalimantan Tengah sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Kekayaan sumber daya alam, luas wilayah, serta peluang pengembangan energi bersih dan sektor pertanian dinilai menjadi fondasi yang kuat bagi investasi jangka panjang.
"Poly Energy menyatakan kesiapan untuk menanamkan investasi pada sejumlah sektor prioritas, antara lain pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pengembangan teknologi ketahanan pangan, pertambangan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan," kata Bao An dalam rilis kepada Borneonews pada Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, investasi tersebut tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan usaha, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu Direktur Utama PT Poly Energy Stock Indonesia, Camelia Eka Susanti, menambahkan bahwa investasi yang berkelanjutan harus memberikan nilai tambah bagi daerah. Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta bertumbuhnya kegiatan ekonomi lokal yang pada akhirnya akan memperkuat pendapatan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan besar akibat menurunnya kemampuan fiskal. Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
"Investasi yang berkualitas merupakan salah satu solusi paling efektif untuk memperkuat ekonomi daerah. Kehadiran investor yang serius membangun industri, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mengembangkan infrastruktur diyakini akan menghasilkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Kalimantan Tengah," kata Edy.
Wakil Gubernur juga memaparkan beberapa persoalan strategis yang masih memerlukan dukungan investasi, antara lain keterbatasan pasokan listrik di sejumlah wilayah, kebakaran hutan dan lahan gambut yang masih menjadi tantangan tahunan, serta belum optimalnya infrastruktur logistik pertambangan yang menyebabkan biaya distribusi hasil tambang menjadi kurang efisien.
Di sektor energi, Pemerintah Provinsi berharap Poly Energy dapat berpartisipasi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, baik untuk mendukung kawasan industri, wilayah pertambangan, maupun daerah-daerah yang belum memperoleh pasokan listrik secara optimal. Penyediaan energi yang andal dipandang sebagai fondasi penting bagi tumbuhnya investasi baru di Kalimantan Tengah.
Pada sektor infrastruktur, dibahas pula peluang pembangunan jalur hauling khusus hasil tambang melalui peningkatan kapasitas jalur sungai maupun pembangunan jaringan transportasi khusus yang dapat memperlancar distribusi batubara, emas, bauksit, dan komoditas mineral lainnya. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan daya saing investasi sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi daerah.
Sementara itu, pada aspek lingkungan hidup, Poly Energy juga menyampaikan kesiapan untuk mengembangkan solusi teknologi melalui pengadaan drone berkapasitas tinggi guna mendukung deteksi dini dan penanganan kebakaran hutan serta lahan gambut yang selama ini menjadi tantangan besar di Kalimantan Tengah.
Dalam forum tersebut, Hafidzah Munfaati menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Ia mengusulkan agar Pemerintah Provinsi mengkaji penyusunan regulasi yang memungkinkan adanya partisipasi kepemilikan pemerintah daerah pada proyek-proyek pertambangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, selain memperoleh manfaat melalui pajak, retribusi, dan aktivitas ekonomi turunannya, daerah juga dapat memperkuat sumber pendapatan jangka panjang dari pengelolaan sumber daya alam.
Ia menegaskan bahwa kekayaan alam Kalimantan Tengah merupakan aset strategis yang harus dikelola secara bertanggung jawab agar manfaat ekonominya dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh masyarakat. Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kapasitas fiskal pemerintah untuk membiayai pembangunan di masa depan.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Mr. Wang Bao An menyatakan kesiapan Poly Energy untuk menyusun proposal investasi komprehensif yang mencakup pengembangan energi terbarukan, infrastruktur logistik pertambangan, teknologi penanggulangan kebakaran hutan, serta sektor-sektor strategis lainnya yang menjadi kebutuhan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Proposal tersebut akan diajukan kepada Direksi Poly Energy Co., Limited sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Setelah memperoleh persetujuan dari kantor pusat, PT Poly Energy Stock Indonesia berencana melakukan presentasi resmi kepada Gubernur Kalimantan Tengah sebagai tahapan lanjutan pembahasan investasi.
Audiensi ini menjadi sinyal positif bahwa sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha dapat menjadi salah satu strategi untuk menghadapi keterbatasan fiskal daerah. Melalui investasi yang terarah, pembangunan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, pengembangan energi bersih, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, Kalimantan Tengah diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)









