SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Mariani menyoroti ketimpangan jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah dasar pada tahun ajaran 2026/2027. Ia meminta Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi agar sekolah yang minim peminat tidak terus mengalami penurunan jumlah siswa.

Mariani mengungkapkan, saat melakukan reses di wilayah Dapil IV, ia menemukan ada sekolah yang hanya menerima lima siswa baru.

"SDN 2 Kandan hanya menerima lima siswa baru. Sementara di Luwuk Ranggan, banyak orang tua memilih madrasah karena menilai pendidikan agamanya lebih baik," kata Mariani, Selasa, 28 Juli 2026.

Di sisi lain, ia juga menemukan sekolah yang justru mengalami kelebihan jumlah peserta didik. Menurutnya, SD Negeri 1 Kandan menerima 42 siswa baru dalam satu rombongan belajar. Kondisi itu melebihi ketentuan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang menetapkan maksimal 28 siswa per rombongan belajar.

"SDN 1 Kandan menerima 42 siswa dalam satu rombongan belajar, padahal ketentuan Dapodik maksimal 28 siswa," ujarnya.

Mariani menilai setiap orang tua memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih sekolah bagi anaknya. Faktor kualitas pendidikan, kedisiplinan, hingga lingkungan sekolah menjadi alasan yang memengaruhi pilihan tersebut.

Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab rendahnya minat masyarakat terhadap beberapa sekolah. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Kotim melakukan evaluasi menyeluruh.

"Kami belum mengetahui penyebab pasti minimnya peminat di beberapa sekolah. Karena itu, Dinas Pendidikan perlu mengevaluasi agar kondisi seperti ini tidak terulang. Guru juga perlu berbenah dan mencari tahu mengapa masyarakat enggan menyekolahkan anaknya di sana," ucapnya.

Politisi Fraksi Golkar tersebut berharap seluruh sekolah di wilayah Dapil IV memiliki kualitas pendidikan yang semakin baik sehingga mampu menarik minat masyarakat.

"Saya ingin sekolah-sekolah di Desa Kandan menjadi contoh terbaik di dapil ini. Dinas Pendidikan perlu memanggil para guru untuk melakukan evaluasi. Sangat disayangkan jika tenaga pendidiknya lengkap, tetapi muridnya justru tidak ada. Harapan saya, seluruh sekolah dapat terus meningkatkan kualitasnya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)