BORNEONEWS, Sampit – Pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat ini telah mencapai sekitar 30 persen, meski pelaksanaannya menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.
"Jadi untuk progres pemasangan PJU di wilayah Kapten Mulyono, sampai saat ini sudah progres kami sudah hampir sekitar 30 persen. Tinggal kami menunggu tiang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Raihansyah, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan dimulai pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang Jalan Kapten Mulyono. Dengan adanya sosialisasi tersebut, proses pemasangan PJU sejauh ini berjalan cukup lancar karena warga telah memahami rencana pembangunan.
Tantangan terbesar pembangunan PJU tersebut berada di beberapa lokasi yang tidak memiliki badan jalan karena langsung berbatasan dengan drainase atau parit. Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim konsultan telah menyiapkan solusi teknis berupa pembangunan penyiringan sebagai pondasi tiang PJU.
"Terus kemarin ada beberapa titik yang memang di lapangan itu tidak ada badan jalan ataupun kena parit, itu solusinya dari segi teknis kemarin dikaji oleh konsultan menggunakan tiang dan menggunakan siring. Siring itu dengan menancap galam dan juga menggunakan cor. Jadi, ada penyiringan di beberapa titik, tapi tidak semua. Untuk siring itu dari wilayah utara yang banyak kita melakukan penyiringan untuk pemasangan tiang PJU di Kapten Mulyono," ujarnya.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada proses pengecoran pondasi tiang. Sementara itu, pemasangan PJU di dua titik jembatan di Jalan Kapten Mulyono telah diselesaikan lebih dahulu karena menjadi lokasi prioritas.
"Saat ini sudah pengecoran tempat tiang. Kalau daerah jembatan kemarin kami prioritaskan itu dipasang PJU lebih dulu di dua titik jembatan Kapten Mulyono atau jembatan patah itu sudah terpasang. Selanjutnya kami melalui pengecoran dari wilayah utara dulu yang sebelah utara Kapten Mulyono dari simpang KFC," katanya.
Selain itu, Dishub juga menemukan sejumlah pohon yang menghalangi jalur pemasangan jaringan PJU. Namun, pohon-pohon tersebut tidak akan ditebang, melainkan hanya dilakukan pemangkasan pada bagian tertentu.
"Juga ada beberapa yang pohon-pohon yang memang kami harus profiling. Tidak ditebang tapi diprofiling, kami lakukan profiling nanti setelah ini selesai semua," pungkas Raihansyah. (DEWI PATMALASARI/y)









