KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas mulai melaksanakan penanganan darurat terhadap jembatan penghubung yang ambruk di Desa Tamban Baru Timur Kilometer 19, Kecamatan Tamban Catur, Selasa, 28 Juli 2026. Pengerjaan dilakukan setelah sebelumnya PUPR memastikan akan menggunakan material kayu ulin untuk memulihkan akses masyarakat.

Berdasarkan dokumentasi terbaru yang diterima Borneonews, sejumlah pekerja telah mulai melakukan pembongkaran dan penataan bagian jembatan yang rusak. Material kayu tampak telah disiapkan di lokasi sebagai bagian dari proses perbaikan darurat agar akses warga dapat segera difungsikan kembali.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kapuas, Hargatin, membenarkan bahwa pekerjaan di lapangan sudah dimulai. Namun, ia mengungkapkan proses pengerjaan menghadapi kendala berupa seringnya terjadi pemadaman listrik di lokasi.

"Sudah mulai dikerjakan, hanya kendala di lokasi sering mati lampu, jadi salah satu yang nanti itu bisa membuat keterlambatan pekerjaannya," ujar Hargatin kepada Borneonews, Selasa, 28 Juli 2026.

Meski menghadapi hambatan tersebut, PUPR tetap berupaya mempercepat penyelesaian perbaikan darurat agar aktivitas masyarakat yang bergantung pada jembatan tersebut dapat kembali berjalan normal. Sebelumnya, Hargatin juga menegaskan material kayu ulin yang masih layak akan dimanfaatkan, sementara bagian yang telah rusak akan diganti.

Sementara itu, rencana pembangunan jembatan permanen dengan konstruksi beton atau box culvert masih menjadi usulan jangka panjang. Realisasinya akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah pada tahun mendatang. (SABRIANOOR/y)