PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebesar 10 hingga 15 persen dalam dua pekan terakhir.

Menurut Hasan, peningkatan kasus ISPA yang diduga dipicu perubahan cuaca serta memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

"Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, kurangi aktivitas yang tidak mendesak di luar rumah, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA," ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.

Hasan juga meminta Dinas Kesehatan memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit memiliki kesiapan dalam menangani peningkatan jumlah pasien, termasuk ketersediaan obat-obatan, masker, serta pelayanan kesehatan yang optimal.

Selain itu, ia mengajak masyarakat ikut berperan mencegah semakin meluasnya kabut asap dengan tidak membuka lahan menggunakan api maupun membakar sampah, karena tindakan tersebut dapat memperburuk kualitas udara.

"Upaya pengendalian karhutla harus dilakukan secara terpadu oleh pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat agar dampaknya terhadap kesehatan dapat diminimalkan," tambahnya.

Ia berharap seluruh pihak meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan sehingga angka kasus ISPA di Kota Palangka Raya dapat ditekan selama musim kemarau. (MARINI/H)