BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Sumadi, mengaku menerima laporan dari sejumlah peternak ayam ras pedaging mengenai dampak pemadaman listrik bergilir yang dikhawatirkan mengganggu aktivitas peternakan.
Menurut Sumadi, listrik menjadi kebutuhan vital dalam usaha peternakan ayam, terutama untuk mengoperasikan peralatan kandang seperti sistem ventilasi, pencahayaan, hingga penyediaan air minum.
Apabila pemadaman berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kematian ayam dan menurunkan produktivitas peternak.
"Kami menerima laporan dari peternak ayam ras pedaging yang mengeluhkan dampak pemadaman listrik. Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi produksi hingga berdampak pada pasokan dan harga ayam di pasaran," ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.
Ia mengingatkan pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan harga daging ayam apabila gangguan pasokan terus berlangsung. Menurutnya, stabilitas harga pangan harus tetap dijaga agar tidak membebani masyarakat.
Sumadi juga berharap PLN dapat meminimalkan durasi pemadaman listrik, terutama di kawasan sentra peternakan, sehingga aktivitas produksi tidak terganggu.
Selain itu, ia mendorong adanya koordinasi antara pemerintah daerah, PLN, dan pelaku usaha peternakan guna mencari solusi agar dampak pemadaman listrik terhadap sektor peternakan dapat diminimalkan.
"Kami harap pasokan daging ayam di Kota Palangka Raya tetap aman dan harga di tingkat konsumen tetap stabil meskipun menghadapi tantangan musim kemarau dan gangguan kelistrikan," pungkasnya. (MARINI/H)









