PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 di Kalimantan Tengah menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain tantangan geografis, petugas sensus juga dihadapkan pada respons sebagian masyarakat yang masih enggan memberikan informasi saat proses pendataan berlangsung.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi petugas dalam menjalankan tugas pendataan SE2026.

“Memang ada beberapa kendala yang dihadapi teman-teman petugas di lapangan. Ada yang tidak diterima dengan baik oleh masyarakat. Mungkin karena kondisi ekonomi saat ini, ketika petugas menanyakan beberapa hal terkait kondisi usaha atau keuangan, ada masyarakat yang merasa enggan untuk menjawab,” kata Maria pada Selasa, 28 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut bahkan menyebabkan sejumlah petugas memilih untuk mundur dari tugas pendataan. BPS Kalteng pun harus bergerak cepat untuk mencari pengganti agar pelaksanaan sensus tetap berjalan sesuai dengan target dan jadwal yang telah ditetapkan.

“Kemudian ada juga petugas yang akhirnya mundur, sehingga kami harus segera bergerak mencari penggantinya. Ini menjadi salah satu dinamika yang kami hadapi dalam pelaksanaan sensus,” ujarnya.

Selain persoalan penerimaan masyarakat, tantangan lain yang dihadapi petugas berkaitan dengan kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah sangat luas. Jarak antarpermukiman yang cukup jauh menjadi salah satu kendala tersendiri dalam proses pendataan.

Di sejumlah wilayah, petugas juga harus menempuh perjalanan menggunakan angkutan air untuk menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran pendataan. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan sensus membutuhkan waktu dan persiapan yang lebih matang.

Maria berharap masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan SE2026 dengan menerima petugas dan memberikan informasi yang dibutuhkan secara benar.

Ia menegaskan, data yang dikumpulkan dalam sensus tersebut diperlukan untuk menggambarkan kondisi perekonomian secara menyeluruh dan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan.

“Kami berharap masyarakat bisa menerima teman-teman petugas dengan baik dan memberikan informasi yang diperlukan. Data yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk melihat kondisi ekonomi kita secara keseluruhan,” tuturnya.

BPS Kalteng juga terus berupaya memastikan seluruh wilayah sasaran pendataan dapat terjangkau, termasuk dengan melakukan penggantian petugas apabila terdapat petugas yang mengundurkan diri.

Upaya tersebut dilakukan agar pelaksanaan SE2026 di Kalimantan Tengah tetap berjalan optimal meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.(TESTI PRISCILLA)