SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut maskapai NAM Air untuk sementara menghentikan layanan penerbangan rute Jakarta-Sampit maupun Sampit-Jakarta.

"Saya baru dapat kemarin informasi NAM Air rute Jakarta-Sampit maupun Sampit-Jakarta sementara off dulu. Permasalahannya apa, apakah perbaikan atau perawatan pesawat, saya belum konfirmasi ke pihak NAM," kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah di Sampit, Selasa, 28 Juli 2026.

Raihansyah mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima keterangan resmi mengenai berapa lama penghentian sementara rute tersebut akan berlangsung. 

Saat ini Dishub masih berkoordinasi dengan pengelola Bandara H Asan Sampit untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai penyebab dan durasi penghentian layanan.

Meski rute menuju Jakarta dihentikan sementara, NAM Air tetap melayani penerbangan dari Bandara H Asan Sampit untuk rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang pulang pergi (PP).

"Jadi hanya satu rute yang dihentikan sementara, sedangkan untuk rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang PP dari NAM Air masih dibuka," sebutnya.

Ia memastikan kebutuhan masyarakat untuk perjalanan menuju Jakarta masih dapat dilayani oleh maskapai lain, yakni Super Air Jet yang hingga kini tetap beroperasi pada rute Sampit-Jakarta PP.

Menurut Raihansyah, berdasarkan laporan dari pihak maskapai dan pengelola bandara, tingkat keterisian penumpang Super Air Jet tergolong tinggi.

Setiap hari jumlah penumpang mencapai lebih dari 100 orang dan pada waktu tertentu dapat menembus sekitar 180 penumpang karena pesawat tersebut saat ini belum melayani pengangkutan kargo.

Ia menilai kapasitas penerbangan yang tersedia masih cukup memenuhi kebutuhan masyarakat pada hari-hari biasa. Namun, saat memasuki musim liburan atau meningkatnya mobilitas masyarakat, ketersediaan kursi diperkirakan akan lebih cepat habis.

"Kalau hari-hari normal masih mencukupi. Tetapi kalau musim liburan atau permintaan meningkat, biasanya kursi cepat penuh. Apalagi Bandara Sampit juga melayani kebutuhan masyarakat dari Seruyan, sebagian Katingan dan wilayah sekitarnya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)