PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Di balik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026, tersimpan berbagai kisah yang ditemui petugas ketika turun langsung ke lapangan. Bukan hanya mendata aktivitas ekonomi masyarakat, petugas juga berhadapan dengan beragam kondisi kehidupan warga yang menjadi responden.

Salah satunya dialami Devi, petugas SE2026 di Kabupaten Pulang Pisau. Dalam menjalankan tugasnya, Devi bertemu dengan seorang responden yang mengalami keterbatasan penglihatan. Pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya.

“Kasihan. Saya dapat responden yang buta. Sedih banget,” ujar Devi saat menceritakan pengalamannya kepada Borneonews via WhatsApp pada Selasa, 28 Juli 2026.

Tidak hanya itu, Devi juga menemukan keluarga yang hidup sederhana dan hanya terdiri dari ibu dan anak. Sang anak yang sudah berusia dewasa diketahui belum menikah dan pernah mengalami stroke.

Meski memiliki riwayat penyakit tersebut, ia tetap berusaha bekerja sebagai penyadap karet untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat Devi merasa prihatin. Terlebih, ibu dan anak itu disebut hanya tinggal berdua di rumah dan menjalani kehidupan dengan keterbatasan yang mereka miliki.

Bagi Devi, pengalaman tersebut menjadi salah satu sisi lain dari tugas sebagai petugas sensus. Di tengah proses menggali informasi mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, ia juga melihat secara langsung bagaimana sebagian warga bertahan hidup dengan pekerjaan sederhana dan kondisi yang tidak mudah.

Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa data ekonomi yang dikumpulkan dalam SE2026 tidak hanya berbicara mengenai angka dan statistik.

Di balik setiap data terdapat cerita tentang masyarakat, termasuk mereka yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan segala keterbatasan.

Melalui SE2026, BPS berupaya mendapatkan gambaran mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih menyeluruh.

Data yang dihimpun dari lapangan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan pelaksanaan SE2026 menjadi momentum penting untuk memotret struktur dan karakteristik perekonomian daerah. Data yang dikumpulkan nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 ini sangat penting untuk melihat bagaimana kondisi dunia usaha di Kalimantan Tengah, termasuk perkembangan berbagai sektor ekonomi dan karakteristik usaha yang ada,” kata Maria.(TESTI PRISCILLA)