BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat langkah antisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap sektor pertanian selama musim kemarau.
Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi kepada petani, peningkatan pemantauan wilayah rawan, serta penguatan koordinasi dengan instansi terkait.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya Sugiyanto mengatakan kejadian karhutla hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas maupun produktivitas pertanian.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan mitigasi untuk mencegah kebakaran meluas ke lahan pertanian dan mengganggu ketahanan pangan masyarakat.
“Pemerintah daerah tetap meningkatkan berbagai upaya mitigasi untuk mencegah meluasnya dampak karhutla terhadap lahan pertanian dan ketahanan pangan,” katanya di Palangka Raya, Rabu, 29 Juli 2026.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Manggala Agni serta penyuluh pertanian untuk mengedukasi petani mengenai pembukaan lahan tanpa membakar.
Edukasi tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai metode pengolahan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Pemerintah kota juga telah menerbitkan surat imbauan kepada petani, pengelola perkebunan, dan perusahaan perkebunan agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
“Imbauan ini berisi pesan penting mengenai kewaspadaan dan langkah antisipasi terhadap potensi karhutla yang masih mengancam,” ujarnya.
Sugiyanto mengatakan kawasan budidaya pertanian di Palangka Raya mencapai sekitar 60.634 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan.
Kawasan tersebut antara lain berupa lahan hortikultura, perkebunan, dan pertanian lahan kering yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
Karena itu, pemantauan kondisi lahan terus ditingkatkan bersama pemerintah kelurahan, penyuluh pertanian, dan instansi terkait untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Petani juga diminta menjaga kelembapan lahan, memanfaatkan sumber air yang tersedia, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Laporan cepat diperlukan agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas hingga kawasan pertanian.
Selain itu, penyuluh pertanian terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani mengenai praktik budidaya yang aman selama musim kemarau.
Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan lahan tanpa bakar serta langkah menjaga produktivitas pertanian di tengah kondisi cuaca kering.
Sugiyanto berharap seluruh pemangku kepentingan ikut menjaga kawasan pertanian dari ancaman karhutla agar produksi pangan tetap berlangsung.
Pemkot Palangka Raya juga akan menindaklanjuti setiap dugaan pembukaan lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
“Apabila ditemukan pelanggaran yang disengaja, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.









