BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur memastikan kebutuhan transportasi udara masyarakat pada rute Sampit–Jakarta pergi-pulang masih dapat terpenuhi meski NAM Air menghentikan sementara layanan tersebut.
Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan rute Sampit–Jakarta saat ini masih dilayani Super Air Jet dengan tingkat keterisian penumpang yang relatif tinggi.
“Kami memastikan layanan penerbangan rute Sampit–Jakarta pergi-pulang masih dapat ditangani maskapai lainnya, yakni Super Air Jet,” katanya di Sampit, Rabu, 29 Juli 2026.
Berdasarkan laporan maskapai dan pengelola Bandara Haji Asan Sampit, jumlah penumpang Super Air Jet setiap hari mencapai lebih dari 100 orang.
Pada waktu tertentu, jumlah penumpang bahkan dapat mencapai sekitar 180 orang. Pesawat tersebut saat ini disebut belum melayani angkutan kargo sehingga kapasitas lebih banyak digunakan untuk penumpang.
Raihansyah menilai kapasitas penerbangan yang tersedia masih mencukupi kebutuhan masyarakat dalam kondisi normal.
Namun, ketersediaan kursi diperkirakan lebih terbatas ketika memasuki musim liburan atau saat mobilitas masyarakat meningkat.
“Kalau hari-hari normal masih mencukupi. Tetapi ketika musim liburan atau permintaan meningkat, biasanya kursi cepat penuh,” ujarnya.
Bandara Haji Asan Sampit tidak hanya melayani masyarakat Kotawaringin Timur, tetapi juga penumpang dari Kabupaten Seruyan, sebagian wilayah Katingan, dan daerah sekitarnya.
Sementara itu, District Manager NAM Air Sampit Harli Rahman mengatakan penghentian sementara rute Sampit–Jakarta merupakan hasil evaluasi operasional perusahaan selama dua bulan terakhir.
Salah satu pertimbangannya adalah tingkat keterisian penumpang yang belum optimal sehingga memengaruhi efisiensi operasional penerbangan.
Menurut Harli, perusahaan melakukan penyesuaian jaringan penerbangan sambil terus memantau perkembangan pasar dan potensi pertumbuhan jumlah penumpang.
NAM Air masih melayani penerbangan dari Sampit menuju Surabaya dan Semarang.
“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui rute-rute yang saat ini masih beroperasi, khususnya dari Sampit,” katanya.
Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris membenarkan pihaknya telah menerima surat resmi dari maskapai mengenai perubahan jadwal tersebut.
“Penerbangan NAM Air untuk rute Sampit–Jakarta pergi-pulang dibatalkan mulai 27 Juli 2026 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya.
Dishub Kotim akan terus memantau tingkat kebutuhan penumpang dan ketersediaan kursi untuk memastikan konektivitas udara dari Sampit menuju Jakarta tetap terjaga.









