JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Gelandang asal Bosnia dan Herzegovina Kerim Palic memutuskan mundur dari Madura United menjelang kompetisi musim 2026/2027.

Direktur Madura United Annisa Zhafarina mengatakan Palic memilih mengakhiri kontraknya lebih awal karena alasan keluarga.

Keputusan itu disampaikan sang pemain secara langsung kepada manajemen setelah tiba di Madura.

“Kerim sebenarnya masih memiliki kontrak aktif dan berkomitmen untuk melanjutkannya bersama kami. Namun, dia akhirnya memutuskan mengundurkan diri dan mengakhiri kontraknya karena alasan keluarga,” kata Annisa.

Annisa menjelaskan Palic datang ke Madura tanpa didampingi keluarganya. Kondisi tersebut berbeda dibandingkan sebelumnya karena ia biasanya membawa keluarga ketika memperkuat Laskar Sape Kerrab.

Rasa rindu dan kekhawatiran terhadap keluarga, terutama anaknya yang masih kecil, disebut membuat Palic kesulitan memusatkan perhatian pada persiapan tim.

“Rasa rindu dan kekhawatiran mendalam terhadap keluarganya, terutama anaknya yang masih kecil, membuatnya tidak fokus dan memilih mundur,” jelas Annisa.

Manajemen mengaku berat melepas Palic karena gelandang tersebut memiliki peran penting di dalam tim.

Namun, Madura United menghormati keputusan pribadi sang pemain yang berpamitan secara langsung dan mengakhiri kerja sama dengan baik.

“Kami berat hati karena perannya sangat penting, tetapi ini tentang kemanusiaan dan kami menghormati keputusannya. Dia datang secara langsung dan berpamitan secara baik-baik,” ujar Annisa.

Palic sebelumnya menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua musim pada Juni 2025. Ia bergabung dengan Madura United pada pertengahan musim 2024/2025 dan kemudian menjadi salah satu pemain utama di lini tengah.

Kepergian Palic membuat Madura United memiliki satu slot tambahan untuk pemain asing.

Manajemen kini mencari gelandang asing baru guna memperkuat skuad menghadapi musim kompetisi 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir pada September 2026.

ANTARA