BORNEONEWS, Palangka Raya – Menyikapi kembalinya kabut asap yang menyelimuti ibu kota Kalimantan Tengah, Rutan Kelas IIA Palangka Raya mengambil langkah cepat melindungi kesehatan warga binaan, utamanya kelompok rentan.
Melalui tim petugas kesehatan, pembagian masker digelar sebagai upaya pencegahan gangguan pernapasan di tengah menurunnya kualitas udara, Rabu, 29 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan layanan kesehatan yang responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Selain membagikan masker, petugas juga menyampaikan edukasi mengenai cara pemakaian yang tepat, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta himbauan segera melapor jika muncul gejala gangguan pernapasan agar bisa ditangani sedini mungkin.
Kepala Rutan Palangka Raya, Aditya Jatari, menegaskan perlindungan kesehatan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda, apalagi bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terdampak asap.
“Kami pastikan setiap warga binaan, khususnya yang rentan, mendapat perlindungan sejak awal. Langkah sederhana seperti pembagian masker ini adalah wujud kepedulian sekaligus upaya mencegah gangguan kesehatan, sehingga proses pembinaan tetap berjalan aman dan lancar,” ujar Aditya.
Langkah ini sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan lembaga merespons dampak karhutla melalui tindakan preventif yang terukur. Dengan mengutamakan mitigasi risiko kesehatan, Rutan berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga binaan maupun seluruh petugas.
Melalui kerja sama seluruh jajaran, Rutan Kelas IIA Palangka Raya terus berkomitmen memberikan pelayanan yang adaptif terhadap berbagai tantangan.
"Diharapkan upaya ini dapat menekan risiko gangguan kesehatan akibat asap serta menjaga kelangsungan program pembinaan agar tetap berjalan optimal," pungkasnya. (PATHUR/j)









