JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Omoda & Jaecoo memperkenalkan mobil listrik Omoda O4 di Indonesia dengan mengandalkan desain futuristis dan teknologi kokpit berbasis kecerdasan buatan.

Indonesia dipilih sebagai lokasi debut global kendaraan tersebut. Omoda O4 selanjutnya dijadwalkan tampil di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026.

Dari sisi eksterior, Omoda O4 mengusung filosofi desain Cyber Mecha yang memadukan karakter kendaraan listrik modern dengan unsur visual terinspirasi dunia fiksi ilmiah.

Tampilannya didominasi garis bodi tajam dan bersudut yang memberikan kesan agresif.

Pada bagian depan, Omoda O4 menggunakan panel tertutup sebagai pengganti gril konvensional yang menjadi ciri umum kendaraan listrik.

Lampu utama berdesain ramping dipadukan dengan lekukan kap mesin untuk menghasilkan tampilan lebar dan modern.

Dari samping, garis atap terlihat melandai ke belakang sehingga membentuk siluet menyerupai crossover bergaya coupe.

Lekukan pada pintu, fender, dan pilar belakang dibuat relatif sederhana untuk mempertahankan tampilan bersih serta mendukung aerodinamika kendaraan.

Pabrikan menyebut Omoda O4 memiliki koefisien hambatan udara 0,292 Cd. Angka tersebut berkaitan dengan efisiensi kendaraan ketika membelah udara, meskipun konsumsi energi sebenarnya tetap dipengaruhi kondisi jalan, kecepatan, cuaca, dan gaya berkendara.

Tema futuristis berlanjut pada bagian belakang melalui penggunaan lampu ramping, spoiler atap, serta garis bodi yang memberikan kesan sporty.

Di dalam kabin, Omoda O4 menggunakan konsep Starship Cockpit dengan tata letak minimalis.

Pusat kendalinya berupa layar sentuh vertikal berukuran 13,2 inci dengan resolusi 2,5K. Mobil ini juga dilengkapi panel instrumen digital berukuran 8,88 inci.

Sistem kokpit berbasis AI diklaim mampu mempelajari kebiasaan pengguna, menyederhanakan interaksi, dan menyesuaikan sejumlah fungsi digital berdasarkan kebutuhan pengemudi.

Sistem hiburannya turut mendukung permainan bawaan dan penggunaan pengendali gim nirkabel. Namun, manfaat dan kemampuan teknologi tersebut masih perlu dinilai lebih lanjut melalui pengujian penggunaan sehari-hari.

Omoda O4 menggunakan baterai lithium iron phosphate berkapasitas 65,05 kWh.

Pabrikan mengklaim kendaraan dapat menempuh jarak hingga 553 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC. Jarak aktual dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi lalu lintas, suhu, beban kendaraan, penggunaan pendingin udara, dan pola berkendara.

Mobil tersebut mendukung pengisian cepat arus searah dengan daya maksimal 119 kW. Pengisian baterai dari 20 persen hingga 80 persen diklaim dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 22 menit apabila menggunakan fasilitas yang sesuai.

Untuk performa, motor listriknya menghasilkan tenaga maksimal 160 kW atau sekitar 218 PS dan torsi 275 Nm.

Omoda O4 diklaim mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 100 kilometer per jam dalam 7,1 detik, dengan kecepatan tertinggi mencapai 170 kilometer per jam.

Pabrikan juga membekali kendaraan tersebut dengan 18 fungsi sistem bantuan pengemudi, antara lain kendali jelajah adaptif dan pengereman darurat otomatis. Fitur tersebut berfungsi membantu pengemudi dan bukan menggantikan kewajiban untuk tetap berkonsentrasi selama berkendara.

Omoda & Jaecoo menyebut peluncuran di Indonesia menjadi tahap awal ekspansi teknologi Super AI Cockpit ke sejumlah negara Asia Tenggara dan Timur Tengah pada akhir 2026.

Informasi mengenai harga, varian yang dipasarkan, masa pemesanan, dan jadwal pengiriman kepada konsumen Indonesia belum dirinci dalam pengenalan awal tersebut.

ANTARA