PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Di usia yang baru menginjak satu tahun, Kodam XXII/Tambun Bungai menegaskan komitmen menjaga profesionalisme prajurit demi kedaulatan negara. Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Lomba Menembak Batalyon Infanteri Tempur yang digelar di Lapangan Tembak Yonif Raider 631/Antang, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 6, Palangka Raya.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turun langsung meninjau pelaksanaan lomba didampingi jajaran pejabat utama Kodam, para Asisten, serta Komandan Satuan. Kehadiran Pangdam menjadi bukti perhatian tinggi terhadap keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap prajurit.

Sembilan Batalyon Infanteri Tempur terbaik dari jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai turut berkompetisi, yaitu Yonif TP 828/BWM, 829/BA, 830/IM, 831/PT, 883/TA, 884/SI, 923/MTY, 924/UM, hingga 925/KW.

Kompetisi terbagi dalam dua kategori utama. Pada nomor senapan, masing-masing mengirimkan 25 prajurit terbaik yang terdiri dari Komandan Batalyon, Perwira, Bintara, hingga Tamtama untuk menembakkan 30 butir peluru dalam tiga sikap: tiarap, duduk, dan berdiri. Sementara pada nomor pistol, sembilan penembak pilihan setiap satuan menguji ketenangan mental dengan 12 tembakan dalam sikap berdiri.

“Mahir menembak bukan pilihan. Itu adalah kemampuan dasar dan jati diri seorang prajurit,” tegas Pangdam di sela-sela peninjauan, Rabu, 29 Juli 2026.

Ia mengingatkan seluruh peserta untuk senantiasa mematuhi prosedur keselamatan serta menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap tahapan perlombaan.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana menguji ketangguhan fisik, ketepatan teknik, dan kekuatan mental prajurit.

"Lomba ini juga bertujuan mengasah naluri tempur, memelihara standar profesionalisme, serta mempererat soliditas antar satuan di bawah panji Tambun Bungai demi kesiapan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. (PATHUR/Y)