BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Dede Ardiansyah, mendorong seluruh sekolah di Kota Palangka Raya mulai menerapkan sistem absensi elektronik yang terhubung langsung dengan orang tua atau wali murid sebagai upaya mencegah siswa membolos dan meningkatkan pengawasan terhadap kehadiran peserta didik.
Menurut Dede, pemanfaatan teknologi dalam sistem absensi akan memberikan kepastian kepada orang tua bahwa anak benar-benar hadir di sekolah, sekaligus meminimalkan peluang siswa keluar dari rumah namun tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Sudah saatnya sekolah memanfaatkan teknologi. Sistem absensi elektronik yang langsung terhubung ke orang tua akan membuat pengawasan lebih efektif dan dapat mencegah kasus siswa membolos," ujarnya," Rabu 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan, mekanisme tersebut dapat dilakukan dengan menyediakan barcode atau QR Code yang dipindai siswa saat memasuki gerbang sekolah. Setelah proses pemindaian berhasil, notifikasi kehadiran dapat langsung terkirim ke telepon seluler orang tua atau wali murid.
Selain absensi di gerbang sekolah, Dede juga mengusulkan agar guru kelas melakukan pemindaian ulang di dalam ruang belajar. Langkah ini dinilai dapat memastikan siswa benar-benar mengikuti proses pembelajaran dan tidak hanya hadir di lingkungan sekolah.
Menurutnya, sistem absensi elektronik juga akan memudahkan sekolah dalam mendokumentasikan data kehadiran secara akurat, mempercepat rekapitulasi absensi, serta memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua mengenai perkembangan kedisiplinan siswa.
"Kami berharap Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dapat mengkaji penerapan sistem tersebut secara bertahap sesuai kemampuan anggaran sekolah," tambahnya.
Ia meyakini, inovasi digital di bidang pendidikan akan meningkatkan kedisiplinan siswa sekaligus memperkuat peran orang tua dalam mengawasi aktivitas belajar anak. (MARINI/H)









