KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Gedung bekas Akademi Keperawatan (Akper) Kapuas yang sempat tidak terpakai direncanakan bakal difungsikan kembali sebagai fasilitas pendidikan tinggi. Bangunan milik

Pemerintah Kabupaten Kapuas tersebut dibidik oleh Universitas Cahaya Bangsa untuk dijadikan kampus operasional baru di kawasan Kuala Kapuas.

Rencana reaktivasi gedung eks Akper ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Bagian Hukum, Dinas Kesehatan, serta pihak Yayasan Universitas Cahaya Bangsa pada Rabu, 29 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi barang milik daerah agar tidak terbengkalai.

Alih fungsi bangunan tersebut diarahkan melalui skema sewa-pakai secara resmi untuk menjamin legalitas hukum dan akuntabilitas pemanfaatan aset. Sebelum dapat ditempati, pemerintah daerah akan menerjunkan tim independen untuk melakukan proses penilaian guna menentukan nilai sewa gedung yang objektif.

Reaktivasi infrastruktur pendidikan ini diproyeksikan tidak hanya menyelamatkan fisik bangunan dari kerusakan akibat lama kosong, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan sekitar menjadi pusat kegiatan akademik. Kehadiran aktivitas perkuliahan baru diharapkan memberikan dampak simultan bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Penetapan tarif sewa dan mekanisme penggunaan gedung eks Akper tersebut wajib berpedoman pada regulasi pengelolaan barang milik daerah yang berlaku agar memberikan kontribusi positif bagi penerimaan daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai menyampaikan bahwa hasil penilaian fisik dan appraisal gedung akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan daerah sebelum gedung resmi diserahterimakan hak pasang sewanya.

"Kami akan segera menindaklanjuti proses ini dengan melakukan perhitungan berdasarkan hasil appraisal. Setelah hasil appraisal diterima, akan kami sampaikan kepada pimpinan, yakni Bupati dan Wakil Bupati Kapuas. Selanjutnya kami akan kembali berkoordinasi dengan Universitas Cahaya Bangsa untuk membahas langkah-langkah berikutnya," kata Usis I. Sangkai. (SABRIANOOR/R)