BORNEONEWS, Banjarmasin — PT PLN (Persero) mulai memangkas durasi pemadaman listrik bergilir di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi sekitar 3 jam per hari mulai Rabu, 29 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari tahapan pemulihan hingga sistem kelistrikan ditargetkan kembali normal sepenuhnya pada 4 Agustus 2026.
Informasi dihimpun dari unggahan akun resmi Pemko Banjarmasin dan akun Instagram Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, kepastian mengenai jadwal dan pemangkasan durasi tersebut diperoleh usai jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin bertemu langsung dengan Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero), Saleh Siswanto, di Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Selasa kemarin. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda dan Sekretaris Daerah Ichrom Muftezar atas arahan Wali Kota Banjarmasin M. Yamin HR.
Berdasarkan skema teknis yang dirilis PLN, seluruh proses pembenahan fasilitas pembangkit ditargetkan rampung pada 3 Agustus 2026. Setelah tahapan perbaikan tersebut selesai, sistem pasokan listrik dipastikan kembali andal tanpa ada pemadaman bergilir mulai 4 Agustus 2026.
PLN menjelaskan, krisis pasokan listrik ini dipicu oleh gangguan teknis pada tiga pembangkit utama secara bersamaan, yakni PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong. Gangguan pada ketiga fasilitas tersebut mengakibatkan defisit daya listrik mencapai sekitar 250 Megawatt (MW).
Defisit daya tersebut berdampak pada berbagai sektor harian masyarakat di Banjarmasin. Selain melumpuhkan aktivitas ekonomi UMKM dan dunia usaha, pemadaman mengganggu layanan publik serta memutus jaringan telekomunikasi.
Dampak teknis pemadaman juga dirasakan warga melalui kerusakan barang elektronik, kematian ribuan ternak, hingga rusaknya stok air susu ibu (ASI) perah simpanan di lemari pendingin akibat ketiadaan aliran listrik.
Melalui akun media sosial resminya, Hj. Ananda menegaskan komitmen Pemko Banjarmasin untuk terus memperjuangkan aspirasi warga di lapangan. "Ulun memahami betapa beratnya dampak nang dirasakan masyarakat. Karena itu, sesuai arahan Pak Walikota, kami akan terus mengawal komitmen ini dan memastikan aspirasi warga Banjarmasin terus diperjuangkan sampai kondisi benar-benar kembali membaik," tegas Hj. Ananda. (SABRIANOOR)









