PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Sumadi, mengingatkan pemerintah daerah agar mewaspadai potensi inflasi pangan akibat dampak pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, sektor peternakan ayam petelur menjadi salah satu yang paling rentan terdampak.

Sumadi mengatakan, pemadaman listrik yang berlangsung berulang dapat mengganggu produktivitas ayam petelur. Hilangnya kestabilan pencahayaan di kandang menyebabkan ayam mengalami stres sehingga produksi telur menurun karena ayam berhenti atau enggan bertelur.

"Kami mengingatkan agar dampak pemadaman listrik terhadap sektor peternakan tidak dianggap sepele. Jika produksi telur terganggu, pasokan bisa menurun dan berpotensi memicu inflasi pangan," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 29 Juli 2026.

Ia juga menyoroti gangguan pada mesin penetas telur yang bergantung pada pasokan listrik. Ketika listrik padam dalam waktu lama, suhu mesin penetas ikut turun sehingga proses penetasan menjadi lebih lambat bahkan berisiko gagal, yang pada akhirnya memengaruhi keberlanjutan produksi peternak.

Menurut Sumadi, kondisi tersebut bukan hanya merugikan peternak, tetapi juga dapat berdampak pada masyarakat apabila pasokan telur dan daging ayam berkurang sehingga harga di pasaran mengalami kenaikan.

"Karena itu, kami meminta pemerintah daerah bersama PLN mencari solusi untuk meminimalkan dampak pemadaman listrik terhadap sektor peternakan, termasuk memastikan kawasan sentra produksi pangan mendapatkan perhatian dalam pengaturan pasokan listrik," mintanya.

Sumadi berharap langkah antisipasi segera dilakukan agar produksi pangan tetap terjaga, kesejahteraan peternak tidak terganggu, dan inflasi daerah dapat dikendalikan selama musim kemarau. (MARINI/R)