BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Banjarbaru – PT PLN menargetkan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada pekan pertama Agustus 2026.

Pemulihan dilakukan dengan mempercepat perbaikan sejumlah unit pembangkit yang mengalami gangguan dan menyebabkan berkurangnya kemampuan pasokan listrik pada Sistem Interkoneksi Kalimantan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Iwan Soelistijono mengatakan seluruh personel bersama pengelola pembangkit terus bekerja untuk menyelesaikan perbaikan.

“Saat ini seluruh tim bekerja tanpa henti bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan di setiap unit yang mengalami gangguan,” katanya dalam keterangan di Banjarbaru, Rabu, 29 Juli 2026.

Gangguan terjadi pada generator Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit milik produsen listrik swasta.

Kondisi itu mengurangi kemampuan pasokan sistem sehingga PLN harus melakukan pengaturan beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah Kalselteng.

Iwan mengatakan PLN terus berkoordinasi dengan pengelola pembangkit dan pemangku kepentingan untuk mempercepat seluruh tahapan pekerjaan.

Namun, proses perbaikan tetap harus memperhatikan keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, dan hasil pengujian sebelum pembangkit kembali dioperasikan.

“Melihat perkembangan saat ini, kami menargetkan kondisi sistem kelistrikan Kalselteng mulai berangsur pulih pada pekan pertama Agustus 2026,” ujarnya.

Menurutnya, unit pembangkit akan kembali masuk ke sistem secara bertahap setelah seluruh proses pengujian dinyatakan aman.

Salah satu unit pembangkit swasta di Kabupaten Tabalong telah kembali beroperasi penuh dan memasok tambahan daya sebesar 100 megawatt ke Sistem Interkoneksi Kalimantan. Pemulihan unit tersebut diselesaikan dua hari lebih cepat dari target.

Sementara di PLTU Asam-Asam, proses perbaikan mencakup pelepasan komponen rotor generator yang mengalami gangguan dan pemeriksaan bagian stator.

PLN terus memantau perkembangan pekerjaan di setiap lokasi pembangkit dan berjanji menyampaikan informasi terbaru melalui kanal resmi perusahaan.

Selama masa pemulihan, masyarakat diminta menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada waktu beban puncak pukul 18.00–21.00 WITA.

Pelanggan diimbau mematikan perangkat yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, dan menggunakan peralatan hemat energi.

“Partisipasi masyarakat dalam menggunakan listrik secara efisien akan membantu menjaga keseimbangan sistem selama proses pemulihan berlangsung,” kata Iwan.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat terbatasnya pasokan listrik.

Iwan memastikan seluruh sumber daya terus dikerahkan hingga pembangkit yang mengalami gangguan dapat kembali beroperasi dan pasokan listrik berangsur normal.

ANTARA