BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Komplotan pelaku kriminal spesialis pencuri uang nasabah bank berkeliaran di Pangkalan Bun. Tercatat ada dua kasus pencurian uang nasabah bank dengan total kerugian Rp710 juta dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Kasus pertama terjadi pada awal Desember 2016 lalu, uang milik Koperasi Tani Bahagia, Desa Eks Trans SP-1, Kecamatan Kumai, sebanyak 250 juta raib digondol pencuri dengan modus pecah kaca mobil. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Kawitan, Pangkalan Bun. Padahal, uang itu baru di ambil oleh para pengurus koperasi dari Bank Mandiri cabang Pangkalan Bun.
Kejadian kedua, menimpa seorang karyawan PT Astra GSIP yang juga nasabah Bank Mandiri cabang Pangkalan Bun, Supriyono (40), warga Pangkalan Lada. Terjadi pada Senin (9/1/2017) di Jalan A Yani KM 5, Pangkalan Bun. Supriyono menjadi korban kawanan pencuri saat menambal ban mobil yang bocor di bengkel di jalan A Yani KM 5.
Menurut Kepala Desa SP-1 Mujiono, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapat informasi perkembangan kasus yang menimpa koperasi Tani Bahagia. Ia berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku spesialis pencuri uang nasabah.
"Kami kaget mendengar informasi adanya pencurian yang seperti kami alami sebulan lau. Bedanya kaca mobilnya tidak dipecahkan, "terang Mujiono yang juga mantan Sekretaris Koperasi Tani Bahagia.
Sementara itu, Ketua Koperasi Tani Bahagia, Cahrup menduga, para pelaku yang menggondol uang milik karyawan Astra masih ada kaitan dengan pelaku pencuri uang Koperasi Tani Bahagia. Senada dengan Kades SP1, Cahrup berharap pihak kepolisian bisa menemukan titik terang untuk menangkap para pelaku."Siapa tahu pelakunya sama dengan pelaku yang mengambil uang koperasi. Semoga saja kepolisian segera tangkap para pelaku," harapnya. (M IWANUDDIN/B-8)








