BORNEONEWS, Jakarta – Roberto Mancini menargetkan tim nasional Italia kembali meraih trofi penting setelah resmi menjalani periode kedua sebagai pelatih Gli Azzurri.
Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC mengumumkan kembalinya Mancini pada Selasa, 28 Juli 2026. Ia menggantikan Gennaro Gattuso yang mundur setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Mancini mengatakan telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Pelatih berusia 61 tahun itu berharap dapat mempersembahkan sedikitnya satu trofi besar selama masa kerjanya.
“Kami menandatangani kontrak selama empat tahun. Saya berharap bisa memenangkan satu trofi penting, atau bahkan dua,” katanya dalam konferensi pers pertamanya setelah kembali melatih Italia.
Mancini sebelumnya menangani Italia pada 2018–2023. Pada periode tersebut, ia membawa Gli Azzurri menjuarai Euro 2020 dan dua kali menempati posisi ketiga UEFA Nations League.
Italia juga membukukan rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan di bawah kepemimpinannya. Rekor tersebut kemudian dilampaui Spanyol pada 2026.
Mancini menyadari dirinya harus kembali mendapat kepercayaan pendukung Italia setelah pengunduran dirinya pada Agustus 2023.
Keputusannya meninggalkan Gli Azzurri dan kemudian menerima pekerjaan sebagai pelatih Arab Saudi saat itu sempat memicu kontroversi.
Ia berjanji membangun tim dengan permainan menarik agar para pendukung kembali mencintai tim nasional.
Mancini juga optimistis Italia masih memiliki banyak pemain berbakat untuk membentuk tim yang kompetitif.
Namun, ia mendorong klub-klub Italia memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepada pemain muda agar regenerasi tim nasional berjalan maksimal.
Salah satu target utamanya ialah membawa Italia kembali tampil di Piala Dunia setelah absen dalam tiga edisi secara beruntun.
Mancini berharap generasi muda Italia yang belum pernah menyaksikan negaranya berlaga di Piala Dunia akhirnya mendapat kesempatan tersebut pada edisi 2030.
Kembalinya Mancini terjadi setelah rencana FIGC menunjuk Andrea Pirlo tidak terlaksana. Pirlo mendapat sorotan karena hubungan komersialnya dengan perusahaan taruhan asal Rusia.
Persoalan tersebut turut diikuti pengunduran diri Paolo Maldini dan Leonardo dari posisi mereka di FIGC.
Bersamaan dengan penunjukan Mancini, Presiden FIGC Giovanni Malagò menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik sekaligus Presiden Club Italia.
Ranieri akan mengawasi operasional teknis dan pengembangan sepak bola elite dalam struktur tim nasional Italia.
Mancini dijadwalkan menjalani pertandingan pertamanya pada periode kedua saat Italia menjamu Belgia dalam UEFA Nations League di Roma pada 25 September 2026.
Italia selanjutnya bertandang ke Turki pada 28 September dan menghadapi Prancis pada 2 Oktober. Gli Azzurri kemudian menjamu Turki di Bologna pada 5 Oktober 2026.
Menurut Mancini, rangkaian pertandingan tersebut akan menjadi ujian awal untuk mengukur kekuatan tim dan mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.
Italia tergabung di Grup A1 UEFA Nations League bersama Prancis, Belgia, dan Turki.
ANTARA









