KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan membangun tiga sumur bor air di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.

Langkah ini diambil sebagai upaya strategis memperkuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang kerap menjadi titik rawan kebakaran.

Pembangunan sumur bertujuan menyediakan sumber air yang dapat diakses dengan cepat oleh tim pemadam saat beroperasi di lapangan, terutama saat akses terhadap sumber air alami terbatas.

Hal ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan serta penanganan karhutla yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan demi melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Agustan Saining, menyatakan ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dari langkah antisipatif untuk menjamin efektivitas penanganan kebakaran selama musim kemarau.

“Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Kalteng terus bersiaga di sejumlah titik rawan. Seluruh personel dan peralatan telah disiapkan agar setiap laporan titik api dapat segera ditangani,” ujar Agustan pada Kamis, 30 Juli 2026.

Diharapkan dengan adanya tiga sumur bor tersebut, proses pemadaman dapat berjalan lebih cepat sehingga api tidak meluas dan dampak buruk terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain persiapan sarana penanganan, Dinas Kehutanan juga terus mengutamakan langkah pencegahan lewat patroli terpadu, pemantauan titik panas, hingga edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Langkah ini sejalan dengan seruan Gubernur Agustiar Sabran yang mengajak seluruh elemen masyarakat, TNI-Polri, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan relawan bersatu menjaga Kalimantan Tengah tetap bebas dari ancaman bencana asap," pungkasnya. (PATHUR/j)