BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo bergerak cepat menindaklanjuti keluhan remaja asal Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Nor Anisa Indriyani, yang terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Perhatian itu diberikan setelah kisah Nor Anisa diunggah akun Instagram media sosial pada Rabu, 29 Juli 2026, dan mendapat respons luas dari masyarakat di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, Nor Anisa menceritakan keinginannya untuk tetap bersekolah meski kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan. Melalui video yang beredar, ia berharap ada bantuan agar dapat melanjutkan pendidikan di bangku SMK.
Menanggapi unggahan itu, Reza langsung meminta admin Kaltengpedia membagikan nomor kontak Nor Anisa atau pihak yang dapat dihubungi agar Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah segera melakukan tindak lanjut.
Reza menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen memastikan tidak ada anak usia SMA, SMK maupun Sekolah Khusus yang putus sekolah karena kendala biaya.
Menurutnya, pemerintah provinsi telah menyiapkan berbagai program pendukung pendidikan sehingga masyarakat tidak perlu ragu menyekolahkan anak.
"Kami terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa anak-anak Kalimantan Tengah tidak ada alasan untuk tidak sekolah, terutama di bawah kewenangan provinsi. Kami juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk mengawal bersama," ujarnya, Rabu malam, 29 Juli 2026.
Ia menambahkan masyarakat dapat memanfaatkan Whistleblowing System (WBS) Dinas Pendidikan apabila menemukan persoalan di lapangan yang memerlukan perhatian pemerintah.
Menjawab pertanyaan warganet mengenai biaya masuk SMK, Reza kembali menegaskan sekolah negeri jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus tidak memungut biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu maupun anak-anak yang berasal dari wilayah pedalaman.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui program Seragam Gratis yang diinisiasi Gubernur H. Agustiar Sabran turut memberikan bantuan seragam sekolah bagi siswa yang membutuhkan.
"Masuk SMK tidak bayar. Karena keterbatasan ekonomi juga tidak boleh dibebani pungutan atau sumbangan apa pun. Ada bantuan seragam gratis dari Bapak Gubernur untuk yang membutuhkan," tulisnya.
Respons cepat Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Langkah itu dinilai mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin setiap anak memperoleh hak atas pendidikan tanpa terhalang kondisi ekonomi, sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan hingga ke pelosok Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/j)









