PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui normalisasi jalur kanal di kawasan rawan kebakaran, tepatnya di wilayah Tumbang Nusa dan Desa Taruna.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan tata air pada ekosistem lahan gambut untuk menekan risiko munculnya titik api sejak dini.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, pihaknya mengerahkan dua unit alat berat ekskavator guna memperlancar aliran air. Langkah ini bertujuan menjaga kelembapan lahan tetap terjaga, khususnya pada area gambut yang sangat rentan kering dan mudah terbakar saat musim kemarau.

Kegiatan di lapangan turut didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dinas Kehutanan Kalteng, Fritno. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan normalisasi berjalan sesuai rencana sekaligus memperkuat koordinasi dalam pengendalian karhutla.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Agustan Saining, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman saat kejadian, melainkan juga memprioritaskan langkah pencegahan berkelanjutan.

“Normalisasi kanal adalah bagian penting dari mitigasi karhutla. Melalui pengaturan air yang baik di lahan gambut, kita mencegah titik api muncul sejak awal. Pencegahan adalah cara terbaik melindungi hutan, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Agustan, Kamis, 30 Juli 2026.

Ia menambahkan pengelolaan tata air menjadi aspek krusial untuk menjaga kadar air gambut sehingga potensi kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin. Langkah preventif ini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berlangsung.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan untuk terus mengedepankan mitigasi karhutla lewat pengelolaan air dan pemeliharaan infrastruktur pendukung.

"Pemerintah juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi mencegah bencana asap melanda Kalimantan Tengah.(PATHUR/j)