BORNEONEWS, Singapura – Pemerintah Singapura menyiapkan paket bantuan tambahan sekitar 900 juta dolar Singapura atau setara Rp12,6 triliun untuk membantu rumah tangga dan dunia usaha menghadapi kenaikan biaya energi.
Konversi tersebut menggunakan kurs tengah sekitar Rp14.001 per dolar Singapura pada Kamis, 30 Juli 2026.
Menteri Kedua Keuangan Singapura Jeffrey Siow mengatakan paket tersebut disiapkan karena ketidakpastian di Timur Tengah masih memengaruhi harga energi dan biaya hidup masyarakat.
Pemerintah memperkirakan harga energi global tetap tinggi sehingga berdampak pada harga bensin, solar, listrik, serta sejumlah barang impor.
Paket senilai 900 juta dolar Singapura tersebut merupakan bantuan tahap kedua setelah pemerintah mengumumkan paket sekitar 1 miliar dolar Singapura pada April 2026.
Dengan demikian, total bantuan tambahan yang disiapkan pemerintah Singapura pada tahun ini mencapai hampir 2 miliar dolar Singapura, di luar program dalam Anggaran 2026.
Dalam paket terbaru, setiap rumah tangga warga Singapura akan menerima tambahan voucher Community Development Council senilai 300 dolar Singapura atau sekitar Rp4,2 juta.
Voucher tersebut dijadwalkan dibagikan pada Januari 2027 dan merupakan tambahan dari voucher senilai 500 dolar Singapura yang telah dipercepat penyalurannya pada Juni 2026.
Pemerintah juga meningkatkan potongan U-Save untuk membantu pembayaran tagihan listrik dan kebutuhan utilitas pada Oktober 2026 serta Januari 2027.
Secara keseluruhan, rumah tangga yang memenuhi syarat akan menerima potongan sekitar 110 hingga 190 dolar Singapura pada setiap triwulan tahun anggaran berjalan.
Bantuan tersebut diperkirakan dapat menutup kenaikan tagihan utilitas sebagian besar rumah tangga yang tinggal di hunian HDB empat kamar atau lebih kecil hingga Maret 2027.
Dukungan tambahan juga diberikan kepada keluarga berpenghasilan rendah melalui peningkatan bantuan sementara ComCare menjadi sedikitnya 250 dolar Singapura per bulan selama maksimal tiga bulan.
Selain rumah tangga, pemerintah memberikan bantuan tunai kepada usaha mikro, kecil, dan menengah yang aktif serta mempekerjakan sedikitnya satu pekerja lokal.
Setiap perusahaan akan menerima 500 dolar Singapura untuk setiap pekerja lokal dengan batas maksimal 2.500 dolar Singapura. Bantuan tersebut dijadwalkan disalurkan pada November 2026.
Pemilik usaha perseorangan, kemitraan, dan kemitraan terbatas yang tidak memiliki pekerja lokal juga dapat menerima bantuan tetap sebesar 500 dolar Singapura apabila sedikitnya satu pemiliknya merupakan warga Singapura.
Pemerintah turut memberikan dukungan sewa kepada pedagang di pasar dan pusat jajanan yang dikelola pemerintah maupun operator yang ditunjuk.
Pedagang makanan matang akan menerima bantuan 1.200 dolar Singapura, sedangkan pedagang pasar memperoleh 600 dolar Singapura. Bantuan disalurkan selama enam bulan mulai September 2026 hingga Februari 2027.
Singapura sangat bergantung pada impor energi, dengan gas alam impor menyumbang sekitar 95 persen produksi listriknya.
Kenaikan harga gas alam akibat konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan tarif listrik dan gas kota untuk periode Juli–September 2026.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan harga energi dan kondisi pelaku usaha serta menyiapkan dukungan tambahan apabila situasi memburuk.
ANTARA









