KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan bergerak cepat menindaklanjuti laporan puluhan siswa SMP Negeri 1 Kuala Pembuang yang mengalami keracunan dengan keluhan mual, muntah, diare, hingga demam.

Sebagai langkah penanganan awal, Dinkes membuka posko pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah pada Kamis, 30 Juli 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Seruyan, Sarinah, mengatakan laporan pertama diterima dari tim Satuan Tugas (Satgas) pada Rabu malam, 29 Juli 2026. Informasi tersebut menyebutkan banyak siswa mengalami gejala diare dan demam sehingga memerlukan penanganan segera.

"Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke sekolah untuk memastikan kondisi di lapangan. Dari hasil pendataan sementara, ada sekitar 90 siswa dan guru yang mengalami keluhan," ujar Sarinah.

Ia menjelaskan, sebagian siswa dan guru telah lebih dahulu mendapatkan penanganan di puskesmas, rumah sakit, maupun dokter praktik.

Melihat jumlah yang terdampak cukup banyak, Dinkes memutuskan membuka posko kesehatan di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang . Posko ini juga  siap melayani siswa dari sekolah lain apabila mengalami gejala serupa.

Dalam operasionalnya, Dinkes bekerja sama dengan Puskesmas Kuala Pembuang I serta menurunkan tambahan tenaga medis guna memastikan pelayanan berjalan optimal.

Posko mulai beroperasi pukul 10.00 WIB dan untuk sementara dibuka selama satu hari, namun dapat diperpanjang apabila masih ditemukan siswa yang membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan lebih lanjut.

Puluhan siswa dan guru di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang keracunan makanan diduga setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Selasa, 28 Juli 2026. (FAHRUL/j)