BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Ahli Gizi SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I, Virda Amalia, menegaskan setiap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) selalu melalui uji organoleptik sebelum didistribusikan ke sekolah maupun posyandu.
Pemeriksaan dilakukan dengan menilai rasa, aroma, warna, dan tekstur makanan untuk memastikan kelayakan konsumsi.
Virda menjelaskan, pada Selasa, 28 Juli 2026, seluruh menu MBG berupa nasi uduk, telur orak-arik, tumis kol dan wortel, serta buah naga telah dinyatakan dalam kondisi baik sebelum didistribusikan ke sekolah.
Sebanyak 653 porsi MBG, termasuk untuk guru, dikirim ke SMP Negeri 1 Kuala Pembuang sekitar pukul 10.00 WIB.
“Sama seperti hari hari sebelumnya, pada Selasa 28 Juli 2026 kami coba dulu dan semua menu dalam keadaan yang bagus, baru kita distribusikan, “ jelasnya, Kamis, 30 Juli 2026.
Pihak SPPG menerima laporan pada Rabu sore terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SMP Negeri 1 Kuala Pembuang usai menyantap MBG.
Disampaikan, selain uji organoleptik di dapur, setiap sekolah dan posyandu juga dibekali lembar uji organoleptik. Penanggung jawab di masing-masing lokasi wajib memeriksa makanan sebelum dibagikan. Jika dinilai tidak layak konsumsi, sekolah berhak menolak dan tidak membagikan makanan kepada siswa.
Sebagai langkah evaluasi, SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I berkomitmen meningkatkan pengelolaan MBG dengan memperhatikan masukan dari pihak sekolah dan pihak lainnya, termasuk memilih menu yang tidak rentan basi. (FAHRUL/y)









