PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi (Rakordalev) Semester I Tahun 2026 di Aula Bapperida, Kamis, 30 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Pulang Pisau. Rakordalev dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pulang Pisau, Supriyadi, mewakili Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i.

Kepala Bapperida Kabupaten Pulang Pisau, Bakhzar Effendi, mengatakan Rakordalev menjadi forum penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan daerah sekaligus menyusun langkah perbaikan pada semester berikutnya.

"Rakordalev ini bukan sekadar evaluasi administrasi, tetapi menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan agar lebih tepat sasaran," kata Bakhzar.

Ia menjelaskan, berdasarkan rekapitulasi capaian indikator pembangunan tahun 2025, dari enam indikator makro terdapat dua indikator yang tercapai dan empat indikator belum tercapai. Sementara itu, dari 71 Indikator Kinerja Utama (IKU), sebanyak 38 indikator telah tercapai dan 33 indikator belum tercapai. Untuk Indikator Kinerja Daerah (IKD), dari 34 indikator terdapat 17 indikator tercapai, 15 belum tercapai, dan dua indikator belum memiliki data.

Beberapa indikator makro yang berhasil melampaui target antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan capaian 72,99 dari target 72,81 serta PDRB per kapita sebesar Rp58,66 juta dari target Rp56,02 juta. Namun, pertumbuhan ekonomi tercatat 4,32 persen atau masih di bawah target 5 persen, tingkat kemiskinan 4,79 persen dari target 4,47 persen, dan tingkat pengangguran terbuka 2,23 persen dari target 1,98 persen.

Menurut Bakhzar, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperkuat program penanggulangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing ekonomi masyarakat.

Selain mengevaluasi indikator pembangunan, Rakordalev juga membahas realisasi program strategis nasional di Kabupaten Pulang Pisau. Total nilai capaian program strategis nasional tercatat 77,88. Beberapa program yang mendapat perhatian antara lain penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan untuk semua, perluasan akses pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam bidang ketahanan pangan, pemerintah daerah terus mendorong program cetak sawah rakyat yang hingga kini mencapai 4.757,17 hektare tersebar di 50 desa. Kecamatan Sebangau Kuala menjadi wilayah dengan luasan terbesar mencapai 1.880,11 hektare, disusul Kecamatan Kahayan Hilir seluas 1.141,41 hektare.

Sementara itu, program Koperasi Desa Merah Putih telah menyediakan lahan di 95 desa dan 4 kelurahan. Sebanyak 12 desa dilaporkan telah memasuki tahap pembangunan fisik koperasi.

Bakhzar juga memaparkan perkembangan program Sekolah Rakyat di Pulang Pisau. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 76 meter persegi sebagai bagian dari kawasan pengembangan seluas 197.230 meter persegi di Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir. Sekolah tersebut direncanakan mampu menampung hingga 1.000 peserta didik dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Di sektor kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan melalui empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total penerima manfaat mencapai 8.452 orang. Tiga SPPG berstatus operasional, sedangkan satu SPPG di Kecamatan Kahayan Tengah masih dalam tahap perbaikan dapur.

Terkait pengendalian inflasi, Bakhzar menyebut Kabupaten Pulang Pisau berhasil meraih peringkat III nasional kategori penjagaan inflasi daerah pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026. Komoditas utama yang memberi andil terhadap inflasi antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, beras, daging ayam ras, dan udang basah.

Bakhzar menegaskan seluruh hasil evaluasi Rakordalev akan menjadi bahan penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan.

"Kami berharap seluruh perangkat daerah dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas belanja pembangunan, serta fokus pada program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Pulang Pisau," tandasnya. (RETHA/y)