BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Peristiwa kebakaran yang menghanguskan tumpukan ban bekas dan limbah oli di halaman sebuah bengkel di Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, Kamis dinihari, 30 Juli 2026, diduga kuat akibat unsur kesengajaan. Kejadian yang sempat terekam kamera pengawas CCTV tersebut kini memicu keresahan warga dan para pelaku usaha di kawasan pertokoan setempat.
Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, tampak seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan berada di sekitar area halaman bengkel sebelum percikan api mendadak menyala dan membesar. Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.10 WIB tersebut beruntung cepat disadari dan langsung dipadamkan oleh tim relawan BPK bersama warga, sehingga tidak sempat merembet ke bangunan utama.
Pemilik Bengkel, Subhan, mengungkapkan bahwa sosok yang terekam dalam CCTV tersebut diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kerap berkeliaran di area tersebut. Meskipun tidak mengenalnya secara pribadi, ia mengaku pria itu memang sering terlihat lalu lalang di kawasan tersebut.
"Orangnya memang tidak saya kenal sama sekali, tapi sering lalu lalang di jalan sekitar sini. Kondisinya terlihat seperti kurang sehat atau terganggu jiwanya, dan aksinya ini sangat membahayakan karena terlihat jelas ada unsur kesengajaan saat menyulut api," ungkap Subhan, kepada Borneonews.
Mengenai dampak kerugian materiil, Subhan mengaku ikhlas atas terbakarnya tumpukan ban bekas serta limbah oli milik bengkelnya. Menurutnya, keselamatan lingkungan sekitar jauh lebih berharga ketimbang material yang hangus dilalap si jago merah.
Kendati demikian, kecemasan tetap dirasakan warga sekitar kawasan padat tersebut. Keberadaan sosok terduga pelaku yang dibiarkan tanpa penanganan dari dinas atau instansi terkait dikhawatirkan dapat memicu aksi serupa yang berpotensi lebih fatal di kemudian hari.
"Harapan kami sebagai korban dan warga di sini, mohon agar masalah ini segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Walaupun yang bersangkutan diduga kurang waras, tetap saja tindakannya sangat merugikan dan membahayakan keselamatan orang banyak jika dibiarkan terus berkeliaran," tegas Subhan. (SABRIANOOR/H)









