SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan langkah antisipasi apabila kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin memburuk. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penyesuaian jam masuk sekolah demi menjaga kesehatan peserta didik.

"Untuk pendidikan saya sudah sampaikan dievaluasi dulu. Sepanjang misalnya masih bisa seperti sekarang itu tidak masalah. Tapi apabila asap mulai pagi itu sudah mulai kabut, tidak mungkin anak kita biarkan. Bisa saja jamnya dimundurkan," kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis, 30 Juli 2026.

Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan telah diminta berkoordinasi untuk memantau perkembangan kabut asap sekaligus menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan jika situasi memburuk.

Keputusan teknis perubahan jam belajar akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar aktivitas pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan siswa.

Pemerintah daerah juga mencermati prakiraan cuaca yang menyebutkan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.

"Sambil melihat perkembangan karena tadi ramalannya Agustus-September itu puncaknya kemarau. Mudah-mudahan ramalan itu tidak separah itu, tapi pasti naik status. Kita tetap harus persiapan dulu antisipasi apabila itu memang terjadi dan harapan kita tidak terus signifikan," ujarnya.

Halikinnor berharap kondisi kabut asap tidak semakin parah sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung normal. Namun, pemerintah tetap menyiapkan berbagai skenario agar pelayanan pendidikan tidak terganggu apabila kualitas udara mengalami penurunan. (DEWI PATMALASARI/R)