BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi, meminta PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di rumah sakit, rumah bersalin, dan fasilitas pelayanan kesehatan tetap aman dari pemadaman bergilir.
Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Kota Palangka Raya, Pemerintah Kota Palangka Raya, dan PT PLN (Persero) yang membahas persoalan pemadaman listrik di Kota Palangka Raya.
Subandi menegaskan, fasilitas kesehatan merupakan objek vital yang tidak boleh terdampak pemadaman listrik karena menyangkut keselamatan pasien, terutama mereka yang sedang menjalani tindakan medis, perawatan intensif, maupun proses persalinan.
"Rumah sakit dan rumah bersalin jangan sampai mengalami pemadaman listrik. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama. Jika memang terjadi gangguan, PLN harus memastikan tersedia genset atau sumber listrik cadangan yang siap digunakan," tegas Subandi, Kamis 30 Juli 2026.
Ia mengatakan pelayanan kesehatan tidak dapat dihentikan hanya karena gangguan listrik. Oleh sebab itu, koordinasi antara PLN dengan seluruh fasilitas kesehatan harus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.
Subandi meminta PLN menjadikan rumah sakit, puskesmas, dan rumah bersalin sebagai prioritas dalam pengaturan distribusi listrik selama masa pemeliharaan jaringan maupun pemadaman bergilir.
DPRD berharap komitmen tersebut benar-benar dijalankan sehingga pelayanan kesehatan di Kota Palangka Raya tetap optimal dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dampak pemadaman listrik pada fasilitas kesehatan. (MARINI)









