PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, meminta PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik untuk instalasi PDAM tetap terjaga selama masa pemadaman bergilir. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh terganggu.

Nenie menegaskan, apabila pasokan listrik ke instalasi PDAM terhenti, distribusi air bersih ke rumah-rumah warga juga akan ikut terganggu. Kondisi tersebut dapat menyulitkan masyarakat, terutama di tengah musim kemarau ketika kebutuhan air semakin tinggi.

"Kebutuhan air masyarakat sangat penting, terutama untuk rumah tangga. Jangan sampai instalasi PDAM ikut mengalami pemadaman listrik sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat terganggu," tegas Nenie, Kamis 30 Juli 2026.

Ia meminta PLN menjadikan instalasi PDAM sebagai objek vital yang harus diprioritaskan dalam pengaturan pasokan listrik, sebagaimana rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Selain itu, Nenie juga mengimbau PDAM menyiapkan langkah antisipasi, termasuk memastikan ketersediaan genset atau sumber listrik cadangan agar distribusi air tetap berjalan apabila terjadi gangguan pada jaringan listrik.

"Pelayanan air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya. Karena itu, koordinasi antara PLN, PDAM, dan Pemerintah Kota Palangka Raya perlu diperkuat agar masyarakat tidak menjadi pihak yang paling dirugikan akibat pemadaman listrik," ingatnya.

Ia berharap komitmen tersebut benar-benar dijalankan sehingga masyarakat tetap memperoleh layanan air bersih secara optimal meski masih terdapat pemeliharaan maupun gangguan pada sistem kelistrikan. (MARINI)