JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah siap memfasilitasi rencana investasi pelaku usaha asal China pada sektor hortikultura di Indonesia.

Rencana investasi tersebut dinilai dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas pasar ekspor komoditas hortikultura nasional.

Hal itu disampaikan Budi saat menerima delegasi bisnis dari Provinsi Jiangsu, China, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Budi, pemerintah menyambut baik kerja sama perdagangan dan investasi yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Kami ingin agar hasil produksi Indonesia yang melimpah dapat terserap melalui ekspor. Terkait rencana investasi tersebut, pemerintah siap membantu memfasilitasi, termasuk menghubungkan investor dengan mitra usaha yang sesuai,” kata Budi dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2026.

Investasi yang direncanakan akan difokuskan pada pengembangan rantai pasok sejumlah komoditas hortikultura premium Indonesia, terutama durian, alpukat, manggis, dan buah naga merah.

Pengembangan tersebut mencakup sistem pengadaan langsung dari produsen, pembangunan fasilitas pendinginan awal atau pre-cooling, penyortiran produk, serta penyediaan gudang berpendingin atau cold storage.

Budi mengatakan, fasilitas tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas produk hortikultura sekaligus memperpanjang masa simpan sebelum dipasarkan di dalam negeri maupun diekspor.

Kementerian Perdagangan juga akan menjembatani komunikasi antara calon investor dan para pemangku kepentingan terkait agar rencana kerja sama dapat segera direalisasikan.

Selain investasi modal, pemerintah membuka peluang kerja sama dalam bentuk transfer teknologi, pengembangan pemasok lokal, peningkatan kapasitas ekspor, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah.

Menurut Budi, Indonesia terus memperkuat transparansi kebijakan dan kepastian hukum untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

“Berbagai kebijakan yang pemerintah terbitkan, termasuk di bidang perdagangan, bertujuan menjamin transparansi dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan dari investor sebagai bahan penyusunan kebijakan yang mampu mendukung pertumbuhan dunia usaha.

Perwakilan delegasi bisnis China sekaligus Partner Management ONC Lawyers, Sherman Yan mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan membangun kemitraan jangka panjang yang sejalan dengan prioritas pembangunan ekonomi Indonesia.

Pelaku usaha China tidak hanya berencana menanamkan modal, tetapi juga ingin mendukung pengembangan UMKM, transfer teknologi, serta peningkatan nilai tambah produk Indonesia agar lebih kompetitif di pasar internasional.

ANTARA