BORNEONEWS, Palangka Raya – Pantauan aplikasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Jumat, 31 Juli 2026 menunjukkan kualitas udara di Kota Palangka Raya berada pada level kuning atau kategori tidak sehat.
Angka konsentrasi partikulat halus PM2,5 saat ini tercatat mencapai 138,1 mikrogram per meter kubik.
Kondisi ini mengindikasikan dampak kebakaran hutan dan lahan masih terasa nyata bagi kenyamanan dan kesehatan warga ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Meskipun demikian, berbagai upaya penanganan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan bahwa hingga saat ini tim posko penanganan karhutla beserta unsur gabungan terkait masih terus bergerak melakukan pemadaman secara masif di berbagai titik rawan kebakaran.
“Kami memastikan seluruh personel yang bertugas tetap bersiaga dan bekerja optimal agar api dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke area yang lebih luas,” ujar Hendrikus.
Selain fokus pada pemadaman api, tim juga melakukan pendinginan lahan dan patroli rutin untuk mencegah kembali menyala bara api yang belum padam sepenuhnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna melindungi kesehatan saluran pernapasan.
"Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen terus memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait demi mempercepat penanganan karhutla dan memulihkan kualitas udara kembali ke batas normal," pungkasnya. (PATHUR/j)









