MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani pasien gawat darurat melalui pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support atau BTCLS.

Pelatihan tersebut diikuti 40 perawat yang berasal dari 17 puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh.

Sekretaris Dinas Kesehatan Barito Utara, Zero Sota Rosadi mengatakan, tenaga kesehatan harus mampu memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat karena kasus kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja.

“Kasus gawat darurat akibat trauma maupun gangguan kardiovaskular dapat terjadi kapan saja dan di mana saja,” kata Zero di Muara Teweh, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurutnya, kecepatan dan ketepatan penanganan awal sangat menentukan keselamatan pasien sekaligus mengurangi risiko kecacatan.

Pelayanan kegawatdaruratan juga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan. Karena itu, perawat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menangani pasien dalam kondisi kritis.

Zero menjelaskan, pelatihan BTCLS merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas tenaga keperawatan agar mampu memberikan penanganan gawat darurat secara profesional.

“BTCLS bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan administrasi atau memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bentuk tanggung jawab moral tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan dengan disiplin, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan.

Dinas Kesehatan Barito Utara juga mengapresiasi panitia, fasilitator, serta instruktur dari Primamed Nusa Persada yang mendukung pelaksanaan pelatihan BTCLS Angkatan III.

“Dengan meningkatnya kompetensi perawat, kami optimistis pelayanan kegawatdaruratan di Barito Utara akan semakin baik sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana, Ermidawaty mengatakan, pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam menangani kegawatdaruratan akibat trauma maupun gangguan kardiovaskular.

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada sejumlah regulasi dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu atau SPGDT serta program peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Barito Utara.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskular,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai keterampilan, antara lain bantuan hidup dasar, triase pasien, penanganan jalan napas dan pernapasan, penatalaksanaan trauma, serta gangguan sirkulasi.

Peserta juga mendapat materi mengenai penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular, proses evakuasi, hingga prosedur rujukan pasien.