BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat yang kini mulai merasakan dampak kabut asap.
Pemerintah Kota bertekad untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, baik dengan instansi vertikal, TNI, Polri, maupun unsur masyarakat. Kolaborasi yang erat dianggap sangat penting agar setiap langkah penanganan dapat berjalan terpadu dan tidak tumpang tindih.
Selain memperkokoh kerja sama antar lembaga, Fairid Naparin juga menekankan pentingnya peningkatan kecepatan respons saat terjadi situasi darurat di lapangan. Setiap titik api yang terdeteksi harus segera ditangani sedini mungkin agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan kesatuan gerak dan kecepatan tangan untuk mengendalikan api sebelum merambat ke pemukiman warga,” ujar Fairid, Jumat, 31 Juli 2026.
Seluruh upaya yang dilakukan semata-mata bertujuan untuk melindungi keselamatan jiwa, harta benda, serta menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat Palangka Raya.
Pemerintah Kota juga akan terus mendukung penuh kesiapan personel maupun sarana prasarana yang dibutuhkan di lapangan.
"Saya berharap komitmen ini dapat diikuti dengan kesadaran tinggi dari seluruh elemen masyarakat untuk turut mencegah kebakaran, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan yang tidak perlu, demi menjaga bersama keamanan dan kenyamanan Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/j)









